- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Tak Tahan Lagi, Calvin Verdonk Akhirnya Jujur soal Betapa Sulitnya Bela Timnas Indonesia daripada Belanda: Sangat Melelahkan
"Saya semacam superstar. Saya pernah bertemu seorang teman untuk minum kopi di pusat perbelanjaan. Itu hanya lima menit jalan kaki, tetapi dalam perjalanan ke sana kami butuh waktu 45 menit. Itu gila," kata pemain kelahiran 1997 tersebut.
Popularitasnya tidak hanya berdampak pada kehidupan pribadinya, tapi juga membawa efek luar biasa untuk klubnya, NEC Nijmegen.
Media sosial NEC kini sering dibanjiri komentar dari para fans Indonesia yang ingin menunjukkan dukungan kepada Verdonk.
Bahkan, akun Instagram pribadinya sudah melampaui 2 juta pengikut, mayoritas dari Indonesia.
Sebagai perbandingan, Lasse Schöne, rekan setimnya yang lebih senior dan lebih lama di klub, hanya memiliki sekitar 276 ribu followers.
Jarak yang sangat jauh ini menunjukkan betapa luar biasanya efek dari bermain untuk Timnas Indonesia.
Tak hanya popularitas, Verdonk juga menuturkan alasan mendalam mengapa ia memilih untuk membela Indonesia. Ia mengatakan bahwa darah Indonesia dari sang ayah adalah awal mula ketertarikannya.
"Ayah saya lahir di sana, jadi begitulah awalnya. Saya mulai semakin sering menerima pesan di media sosial. Lalu saya mulai memikirkannya," ujar Verdonk.
Ia pun melihat adanya tren positif dari pemain muda keturunan Indonesia lainnya yang mulai melirik Timnas.
Menurut Verdonk, ini adalah bukti bahwa Timnas Indonesia kini punya daya tarik besar, bukan hanya sebagai karier, tetapi juga sebagai bentuk kebanggaan.
"Anda juga melihat semakin banyak pemain muda Belanda pergi ke sana. Saya melihat bahwa mereka juga akan bermain untuk sesuatu dan itu juga sangat penting. Aneh sekali di sana. Orang-orang itu benar-benar tergila-gila pada sepak bola. Ada banyak orang yang tinggal di sana, hampir 300 juta," tuturnya kagum. (adk/asl)