- tvOnenews.com/Taufik Hidayat dan Dok. PSSI
Media Korea Selatan Sebut PSSI Bersikap Kasar pada Shin Tae-yong, Ternyata Selama Ini Dedikasinya Itu Hanya...
tvOnenews.com - Nama Shin Tae-yong masih jadi perbincangan hangat, setelah ia secara tiba-tiba dipecat oleh PSSI dari posisi pelatih Timnas Indonesia.
Pada awal Januari 2025 lalu, PSSI secara mengejutkan membuat 'gebrakan baru' dengan memecat Shin Tae-yong.
Padahal, pertandingan lanjutan di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 sudah tinggal 2 bulan lagi.
Shin Tae-yong juga sempat menceritakan bagaimana kronologi pemecatan dirinya yang ternyata terjadi pada hari yang sama.
"(PSSI) memberitahu saya soal pemecatan tersebut pada pukul 9.40 WIB pada tanggal 6 (Januari) dan mengumumkan, bahwa pelatih baru akan datang pada pukul 12.00 WIB di hari yang sama," ujar Shin Tae-yong pada 15 Januari 2025 lalu.
Meski merasa bahwa keputusan itu tak masuk akal, tapi Shin Tae-yong tetap menerimanya dengan rendah hati.
"Itu tidak masuk akal, tetapi saya dengan rendah hati menerimanya," ujar STY.
Shin Tae-yong juga berkata, bahwa ia telah bekerja keras selama 5 tahun menjadi pelatih bagi Timnas Indonesia.
Alhasil, ia akan kembali ke kampung halamannya, Korea Selatan, dengan penuh kebanggaan tersendiri.
"Saya bekerja sangat keras dan berhasil selama 5 tahun di Indonesia. Saya punya kebanggaan tersendiri," ujarnya.
"Saya kembali dengan penuh kebanggaan, karena saya telah meletakkan fondasi yang penting bagi sepak bola Indonesia," sambungnya.
- tvOnenews.com / Taufik Hidayat
Shin Tae-yong lalu pulang ke Korea Selatan pada Minggu (26/1/2025) lalu. Banyak pencinta sepak bola Indonesia yang mengantarkan kepulangannya di Bandara Soekarno Hatta.
Momen perpisahan antara Coach Shin dengan para fans sepak bola Indonesia pun menjadi sorotan tersendiri.
Bagaimana tidak, selain mereka yang berbondong-bondong memenuhi bandara, sorak sorai yel-yel untuk mengantarkan kepergian STY juga ikut dikumandangkan.
Sebelum bertolak ke Korea Selatan, STY diketahui sempat bertemu dengan Menteri Pemudah dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo. Momen itu diungkapkan sendiri oleh asisten STY, Yoo Jae-hoon.
Dalam momen pertemuan itu, Menpora memberikan kenangan-kenangan dari Indonesia berupa kain batik, yang juga jadi simbol penghormatan.
"Kami bertemu dengan Pak Menpora sebelum berangkat ke bandara. Kami mendapatkan oleh-oleh dari Pak Menpora, seperti batik Indonesia," ungkap Yoo Jae-hoon.
"Tidak ada oleh-oleh dari PSSI," ujarnya sambil tersenyum.
- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Apa yang dikatakan oleh Yoo Jae-hoon mengenai PSSI itu terdengar bak seperti sindiran. Pernyataan itu juga seolah menunjukkan kekecewaan yang dirasakan Shin Tae-yong dan para stafnya.
Selain itu, media asal Negeri Ginseng, Star News Korea juga ikut menyoroti kepulangan Shin Tae-yong ke negara asalnya.
Star News Korea menuliskan sebuah artikel bertajuk "'Terima Kasih, Pelatih Shin Tae-yong!' Ratusan Penggemar Indonesia Berbondong-bondong ke Lokasi! Sementara Itu, Asosiasi Sepak Bola Bersikap Kasar Sampai Akhir... 'Tidak Ada Hadiah Perpisahan".
Dalam artikel tersebut, Star News Korea menuliskan 'sentilan' kepada PSSI yang dinilai kurang menunjukkan rasa hormatnya terhadap Shin Tae-yong, atas kerja kerasnya selama ini.
"Lima tahun dedikasinya sia-sia," tulis Star News Korea dalam artikel yang diterbitkan pada 27 Januari 2025 lalu.
"PSSI bersikap kasar sampai akhir," begitulah isi laporan media Korea Selatan tersebut. (ism)