- PSSI
Alasan Wasit Koji Takasaki Kartu Merah Muhammad Ferarri yang Rugikan Timnas Indonesia di Piala AFF 2024, Begini Penjelasan FIFA
Pada akhirnya, wasit asal Jepang itu memutuskan untuk memberikan kartu merah kepada Ferarri yang dinilai merugikan Timnas Indonesia. Wasit asal Jepang itu juga memberikan penalti untuk Filipina.
Padahal, dalam tayangan ulang sekilas bola seperti terlihat mengenai bagian dada dari Doni Tri Pamungkas. Namun pada akhirnya, wasit asal Jepang itu mengambil titik putih yang berujung gol untuk Filipina.
Secara keseluruhan, banyak yang mempertanyakan keputusan-keputusan Koji Takasaki. Dalam laga itu, ia dibantu dua asisten wasit yang juga berasal dari Jepang, Yusuke Hamamoto dan Tomoyuki Umeda.
- Istimewa
Lantas, bagaimana penjelasan dari FIFA mengenai keputusan kartu merah seperti yang dialami oleh Muhammad Ferarri dalam laga Timnas Indonesia vs Filipina?
FIFA dalam hal ini IFAB menjelaskan di Law of The Game 2024-2025 soal hukuman untuk pelanggaran dalam Hukum 12 tentang "Fouls and Misconduct" atau Pelanggaran dan Kesalahan.
Tepatnya di halaman 113 soal perilaku kekerasan dalam sebuah pertandingan termasuk dalam pelanggaran dengan pengusiran alias kartu merah.
"Pemain, pemain pengganti atau pemain yang digantikan yang melakukan salah satu pelanggaran berikut ini akan dikeluarkan," tulis FIFA (IFAB) dalam Law of The Game 2024-2025 Hukum 12 tentang Fouls and Misconduct.
"Perilaku kekerasan adalah ketika seorang pemain menggunakan atau mencoba menggunakan kekuatan yang berlebihan atau kebrutalan terhadap lawan ketika tidak sedang berebut bola, atau terhadap rekan setim, ofisial tim, ofisial pertandingan, penonton atau orang lain mana pun, tanpa memperhatikan adanya kontak," imbuhnya .
"Selain itu, pemain yang saat tidak sedang berusaha merebut bola, dengan sengaja memukul kepala atau wajah lawan atau orang lain dengan tangan atau lengan, bersalah melakukan tindakan kekerasan kecuali jika kekuatan yang digunakan dapat diabaikan," tulisnya lagi.
Sehingga dalam kasus Ferarri, bisa dibilang wasit Koji Takasaki menilai bahwa kapten Timnas Indonesia itu melakukan perilaku kekerasan.
(yus)