- Instagram/ErickThohir
Kritikan Pedas Anggota DPR untuk PSSI soal Naturalisasi di Timnas Indonesia, Minta Kevin Diks dkk Jadi yang Terakhir: Kita Tidak Miskin Atlet!
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Demokrat, Anita Jacoba Gah mengkritik PSSI soal pemain naturalisasi di Timnas Indonesia dan meminta Kevin Diks serta dua pemain keturunan lainnya menjadi yang terakhir.
PSSI tengah melakukan proses naturalisasi Kevin Diks dan dua pemain keturunan untuk Timnas Putri Indonesia yakni Noa Johanna Christina Cornelia Leatomu serta Estella Raquel Loupatty.
Ketiganya sudah disetujui dalam rapat kerja Komisi III dan Komisi X DPR RI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, dan perwakilan PSSI di Kompleks Parlemen, Senin (4/11/2024).
Komisi X menyetujui proses naturalisasi Kevin Diks untuk menjadi WNI dengan alasan persiapan Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada 2024 dan 2025.
Kemudian bek FC Copenhagen itu juga diproyeksikan untuk persiapan Timnas Indonesia di Piala AFF 2024 dan Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Sementara itu, Noa dan Estella dipersiapkan untuk Timnas Putri Indonesia pada Piala AFF 2024, Kualifikasi Piala Asia U-20 2026 ronde 1 dan ronde 2 di 2025 dan FIFA Women Match Day 2025.
Selain itu juga meningkatkan jumlah kemenangan Garuda Pertiwi di turnamen Asia hingga menduduki peringkat 5 besar di Asia dan lolos Piala Asia Wanita 2026.
Namun dalam rapat tersebut, Anita Jacoba Gah sempat mengkritik PSSI soal pemain naturalisasi dan meminta Kevin Diks, Noa, serta Estella menjadi yang terakhir.
Alasannya, Anita menilai bahwa Indonesia tidak kekurangan atlet lokal yang memiliki kemampuan dan prestasi yang tak kalah baiknya.
- Tangkapan Layar YouTube Parlemen TV
"Saya berharap ini yang terakhir karena kita tidak miskin atlet. Siapa bilang kita miskin, kita banyak atlet. Kenapa kita harus ambil dari luar terus," celetuk Anita dalam rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/11/2024).
"Pertanyaan saya kenapa kita harus ambil dari luar? Bukan sekali, tetapi ini sudah beberapa kali. Perlu dipertanyakan dan perlu jadi perhatian kita semua Komisi X," imbuhnya.
"Mau sampai kapan kita terus mengambil atlet dari luar?" katanya lagi.