- Kolase tvOnenews
Walau Pernah Melanglang Buana Sampai ke Eropa, Striker Lokal Ini Belum Sekalipun Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia Senior
Ketika itu, Bagus Kahfi menjadi pencetak skor terbanyak di Piala AFF U16 2018 dengan torehan 13 gol dari tujuh pertandingan sepanjang turnamen tersebut.
Bagus Kahfi bahkan memainkan peran kunci dalam keberhasilan Timnas Indonesia mencapai babak perempat final Piala Asia U16 2018, termasuk saat kandaskan tim kuat, Iran.
Sederet pencapaian impresif Bagus Kahfi membuatnya berkesempatan tampil untuk dua klub besar Eropa yakni FC Utrecht (Liga Belanda) dan Asteras Tripoli (Liga Yunani).
Namun cukup disayangkan, karier Bagus Kahfi di dua klub Eropa itu tidak berjalan mulus karena dirinya lebih sering berkutat dengan cedera.
Di FC Utrecht, Bagus Kahfi hanya pernah bermain sebanyak dua kali, sedangkan di Asteras Tripoli dia sama sekali tidak pernah dimainkan oleh timnya.
Kondisi itulah yang kemudian membuat Bagus Kahfi memutuskan kembali ke Indonesia dan bermain untuk klub Liga 1 bersama saudara kembarnya Bagas Kaffa di Barito Putera.
Bagus Kahfi saat bergabung dengan FC Utrecht (Source: Antara)
Bersama Barito Putera, Bagus Kahfi menjadi pilihan utama di posisi winger dan pada musim ini telah mencatatkan 33 penampilan dengan dua gol dan empat assist.
Meski punya banyak pengalaman bersama Garuda Muda hingga pernah berkarier di Eropa, namun Shin Tae-yong tidak sekalipun memanggil Bagus Kahfi ke Timnas Indonesia.
Shin Tae-yong lebih memercayakan posisi striker Timnas Indonesia kepada Rafael Struick dan Dimas Drajad meski lini depan sedang kesulitan mencetak gol.
Selain Shin Tae-yong, Indra Sjafri pun tidak melibatkan Bagus Kahfi ketika Timnas Indonesia U-23 meraih medali emas di SEA Games 2023 Kamboja. (han)