- REUTERS/Matteo Ciambelli
Kata-kata Emosional Chivu Usai Inter Milan Kalahkan Genoa dan Puncaki Klasemen Liga Italia: Dulu Kalian Bilang Kami Sudah Habis
Jakarta, tvOnenews.com - Cristian Chivu menunjukkan sikap tegas usai membawa Inter Milan meraih kemenangan penting 2-1 atas Genoa di Stadion Luigi Ferraris. Hasil tersebut tidak hanya mengantarkan Nerazzurri kembali ke puncak klasemen Serie A, tetapi juga mengakhiri penantian panjang selama lima tahun untuk meraih kemenangan di markas Genoa.
Kemenangan ini terasa semakin bernilai karena diraih di tengah derasnya kritik yang terus mengiringi perjalanan Inter sepanjang musim. Chivu pun menegaskan bahwa timnya tidak tertarik larut dalam narasi yang berubah-ubah dari luar lapangan.
Berbicara kepada DAZN sesaat setelah laga berakhir, pelatih asal Rumania itu memilih bersikap realistis dan membumi. Ia menekankan bahwa fokus utama timnya adalah performa di atas lapangan, bukan label atau penilaian yang datang dari luar.
Chivu menilai kemenangan di Marassi bukanlah hasil yang datang dengan mudah. Ia menyebut laga tersebut sebagai salah satu ujian terberat Inter musim ini, mengingat atmosfer stadion dan performa Genoa yang terus meningkat.
Menurut Chivu, kebangkitan Genoa di bawah arahan Daniele De Rossi membuat pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Dukungan penuh suporter tuan rumah juga menjadi faktor yang membuat laga semakin menantang.
“Saya lebih suka berbicara soal pertandingan dan performa. Tentang apa yang kami tampilkan di lapangan, karena bermain di sini memang tidak pernah mudah,” ujar Chivu seusai laga.
Ia menambahkan bahwa Genoa menunjukkan energi dan semangat luar biasa sejak De Rossi mengambil alih kursi pelatih. Namun, Chivu justru menyoroti karakter pemain Inter yang tetap tenang dan disiplin saat berada dalam tekanan
“Saya mengambil sisi positif dari karakter tim saat berada dalam kesulitan, dari performa, dan tentu saja dari tiga poin yang paling penting,” lanjutnya. Bagi Chivu, kemenangan ini lebih dari sekadar hasil, melainkan bukti mentalitas timnya.
Di luar aspek teknis, Chivu juga menanggapi isu yang berkembang mengenai kritik terhadap Inter Milan. Ia menegaskan bahwa skuadnya tidak terpengaruh oleh komentar atau opini yang kerap berubah seiring hasil pertandingan
Saat disinggung soal pernyataan Lautaro Martinez terkait kritik publik, Chivu memberikan jawaban yang lugas dan tenang. Menurutnya, Inter sudah terbiasa hidup dengan tekanan dan ekspektasi tinggi
“Itu cara kami melihat segalanya. Menerima apa yang dikatakan tentang kami sambil tetap tahu apa yang sedang kami kerjakan dan apa yang ingin kami capai,” ucap Chivu. Ia menyebut pendekatan tersebut sudah menjadi prinsip internal di dalam tim.
Chivu juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam skuad Inter. Ia percaya bahwa rasa saling peduli dan komitmen bersama menjadi fondasi utama dalam menghadapi situasi sulit.
“Kami tahu seberapa besar kepedulian kelompok ini dan betapa pentingnya selalu hadir meski menghadapi kesulitan, label, dan omongan di luar sana,” tambahnya. Sikap tersebut, menurut Chivu, menjadi kekuatan utama Inter dalam beberapa musim terakhir.
Pernyataan paling menyentil muncul saat Chivu menanggapi anggapan bahwa Inter kini disebut sebagai tim terkuat di Italia. Ia mengingatkan publik bahwa tidak lama sebelumnya, Inter justru dianggap sudah kehilangan daya saing.
“Lima bulan lalu kami diprediksi finis di posisi delapan atau sepuluh karena dianggap sudah habis,” kata Chivu dengan nada tegas. Ia menilai perubahan narasi tersebut sebagai bukti betapa cepatnya opini publik berubah
Menutup pernyataannya, Chivu kembali menegaskan bahwa Inter hanya ingin bekerja dengan konsisten dan rendah hati. Ia menilai konsistensi sikap dan kerja keras jauh lebih penting daripada sekadar pengakuan.
“Kami berjuang dan bekerja untuk menjalankan tugas kami. Apakah ada inkonsistensi atau tidak, yang pasti konsistensi dalam bersikap harus tetap dijaga,” pungkasnya.
(sub)