Rekor Bersejarah Timnas Indonesia Gagal Dipecahkan Pratama Arhan, Bangkok United Tak Batal Juara Liga Thailand 2024-2025
Jakarta, tvOnenews.com - Pratama Arhan gagal menciptakan rekor bersejarah untuk Timnas Indonesia setelah Bangkok United kalah saing dengan Buriram United di Liga Thailand 2024-2025.
Kasta tertinggi sepak bola Thailand memainkan laga terakhirnya pada musim kompetisi 2024-2025, Rabu (30/4/2025) malam WIB.
Semua laga dilaksanakan bersamaan termasuk laga-laga penentuan gelar juara yang melibatkan Bangkok United dan Buriram United.
- Bangkok United
Kedua tim hanya terpaut satu poin, dengan Buriram menjadi pemuncak klasemen sementara dengan raihan 67 poin.
Bangkok United bertandang ke markas Prachuap, Stadion Sam Ao, dan pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, mengawali permainan sebagai cadangan.
Dalam waktu kurang dari setengah jam, Bangkok United sudah tertinggal 0-2 akibat gol-gol dari Chrigor (14’) dan Saharat Kanyaroj (26’).
Namun demikian, tim ibu kota Thailand tersebut sukses bangkit di paruh kedua dengan mampu membalikkan skor menjadi 4-2 melalui Rungrath Phumichantuk (65’), Mahmoud Eid (69’), Muhsen Al-Ghassani (76’), dan Thitiphan Puangchan (90+11’).
Arhan bermain mulai menit ke-78 dan Bangkok United berhasil mengklaim tiga poin penuh yang diperlukan.
- Bangkok United
Namun demikian, Buriram United tampil tanpa ampun dengan menghantam tim papan bawah Nongbua Pitchaya dengan skor telak 7-0.
Gol-gol dari Phitiwat Sukjitthammakul (26’), Guilherme Bissoli (47’ dan 61’), Pansa Hemviboon (55’), Lucas Crispim (67’), dan Martin Boakye (79’ dan 82’) menentukan kemenangan Buriram.
Dengan hasil tersebut, meskipun Bangkok United menang 4-2, Buriram tetap dinobatkan sebagai juara Liga Thailand 2024-2025.
Kegagalan Bangkok United membuat Pratama Arhan gagal memecahkan rekor bersejarah sebagai pemain Timnas Indonesia pertama yang menjuarai Liga Thailand.
- tvonenews.com - Julio Tri Saputra
Selama bertahun-tahun, banyak pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Thailand, termasuk Irfan Bachdim, Sergio van Dijk, dan terkini Asnawi Mangkualam, namun tak ada yang berhasil menjadi juara.
Sayangnya, Arhan gagal mengamankan titel karena hasil ini, dan rekor bersejarah tersebut masih belum terpecahkan. (rda)