news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Butuh Berapa Lama Manchester United Untuk Bisa Berhasil Tumbangkan Dua Raksasa Liga Champions?.
Sumber :
  • instagram manutd

Butuh Berapa Lama Manchester United Untuk Bisa Berhasil Tumbangkan Dua Raksasa Liga Champions?

Perjalanan panjang penuh luka masih segar dalam ingatan. Sejak Sir Alex Ferguson pensiun, Manchester United berganti pelatih hingga dua digit, enam di antaranya
Selasa, 27 Januari 2026 - 17:24 WIB
Reporter:
Editor :

Carrick dan Kembalinya DNA Manchester United

Fakta menariknya, Arsenal di era Mikel Arteta hampir tak pernah kalah ketika mencetak dua gol. 

Pengecualian hanya terjadi dua kali: saat kalah 2-3 dari Manchester United pada Desember 2021, dan kembali kalah dengan skor identik pada Januari 2026, kali ini dengan Michael Carrick berdiri di sisi lapangan sebagai pelatih.

Manchester United dan Arsenal
Sumber :
  • instagram Manchester United dan Arsenal

“Pertandingan seperti ini adalah laga yang kami impikan. Saat saya datang ke United, pertandingan seperti inilah yang saya tonton di televisi,” ujar Matheus Cunha, pencetak gol penentu kemenangan atas Arsenal.

Legenda klub pun ikut bersuara. “Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, menonton Manchester United bermain sungguh menyenangkan. Terima kasih Carrick,” kata Peter Schmeichel.

Michael Owen menambahkan, “Itulah gambaran singkat Manchester United dalam 10 sampai 12 tahun lalu. Mereka bermain seperti Manchester United-nya Sir Alex Ferguson.”

Carrick menunjukkan keberanian yang jarang terlihat. Saat unggul 2-1 atas Arsenal, ia tidak memilih bertahan, melainkan menambah daya serang. 

Filosofinya jelas: Manchester United tidak dibentuk untuk menjaga keunggulan satu gol, melainkan untuk mencari gol berikutnya.

Bagi mereka yang tumbuh dengan United era Cantona, Giggs, Scholes, Rooney, hingga Cristiano Ronaldo muda, dua laga terakhir terasa seperti lemparan nostalgia.

 Bertahan rapat, merebut bola dengan agresif, operan singkat, serangan cepat, dan penyelesaian klinis. Sepak bola sederhana, hampir kuno, tapi mematikan.

Namun, Manchester United pernah berada di titik ini sebelumnya. Euforia serupa muncul di era Ole Gunnar Solskjaer, sebelum akhirnya runtuh. Masalahnya kerap bukan hanya pelatih, melainkan struktur klub dan konsistensi mental.

Merasa optimistis sah-sah saja. Tapi sejarah mengajarkan, kebangkitan sejati United selalu ditentukan oleh satu hal: mentalitas. 

Warisan Sir Alex Ferguson terus relevan. Ia pernah kalah di sembilan final, dan setiap kekalahan, katanya, membuatnya menjadi manajer yang lebih baik keesokan hari.

Pertanyaannya kini sederhana, tapi berat: apakah momen ini awal dari kebangkitan panjang, atau sekadar kilatan cahaya yang segera padam?

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:44
03:26
01:32
06:03
01:24
05:06

Viral