- REUTERS/Phil Noble
Michael Carrick Lakukan Hal Bersejarah di Manchester United, Sesuatu yang Tak Pernah Dilakukan Ruben Amorim
Debut Michael Carrick Bersama MU: Menang 2-0 atas Man City
Pendekatan humanis Carrick tidak berhenti di luar lapangan. Debutnya sebagai pelatih Manchester United langsung diuji dalam laga sarat gengsi menghadapi Manchester City.
Dalam pertandingan tersebut, Setan Merah tampil disiplin dan efektif hingga menutup laga dengan kemenangan 2-0.
Hasil itu menjadi pernyataan awal Carrick bahwa ketenangan dan keseimbangan bisa menjadi kunci di tengah tekanan besar. Tanpa banyak sensasi, Carrick membawa United bermain lebih rapi, solid di lini belakang, dan efisien saat memanfaatkan peluang.
Kemenangan atas rival sekota itu juga menjadi suntikan moral besar bagi tim dan pendukung. Di tengah ketidakpastian masa depan kursi pelatih, Carrick membuktikan bahwa ia mampu menjaga stabilitas sekaligus membangun kembali kepercayaan diri skuad.
Carrick, Akademi, dan Identitas Manchester United
Melansir dari Manchester Evening News, Darren Fletcher sebelumnya dengan lantang membela peran akademi dalam konferensi pers. Semangat itu kini diyakini akan terus dijaga Carrick, meskipun statusnya saat ini hanya sebagai pelatih sementara hingga akhir musim.
Carrick bukan sosok asing bagi Manchester United. Ia mencatatkan 464 penampilan bersama klub dan memahami betul bahwa era kejayaan United selama puluhan tahun selalu melibatkan pemain binaan akademi.
Dari generasi Class of ’92 hingga era modern, akademi selalu menjadi denyut nadi klub. Sebaliknya, Amorim dinilai kurang memiliki pemahaman mendalam soal kultur tersebut.
Ia sempat menuai kritik setelah menyebut Harry Amass “kesulitan” selama masa peminjaman di Championship, menyoroti Chido Obi yang tak selalu menjadi starter di U-21, serta menyebut nama Toby Collyer tanpa konteks yang jelas. Pernyataan-pernyataan itu membuat sebagian pemain muda merasa kurang dihargai.
Michael Carrick, dengan gaya kepemimpinan yang lebih tenang dan terukur, diyakini tak akan menciptakan kontroversi serupa.
Pendekatannya yang menghargai pemain muda dan tradisi klub memberi harapan baru, bahwa Manchester United bisa kembali selaras dengan identitas aslinya—baik di lapangan maupun dari akademi hingga tim utama. (udn)