- Kolase tvOnenews.com
Pandangan Kocak Pelatih Oxford United soal Laga Kontra Swansea City yang Jadi Debut Marselino Ferdinan di Championship: Pertandingan Aneh!
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Oxford United, Gary Rowett, memberikan pandangannya soal laga kontra Swansea City yang menjadi debut bagi Marselino Ferdinan di divisi Championship.
Oxford United mengakhiri musim divisi Championship 2024-2025 alias kasta kedua Liga Inggris dengan meraih hasil imbang kontra Swansea City.
Pertandingan yang berakhir dengan skor 3-3 itu telah berlangsung di Stadion Swansea.com pada Sabtu (3/5/2025) malam WIB.
Pada laga tersebut, dua pemain Timnas Indonesia dimainkan, yakni Ole Romeny dan Marselino Ferdinan.
- Instagram/oufcofficial
Ole Romeny tampil sebagai starter dan menjadi ujung tombak hingga menit ke-77. Dia digantikan Marselino Ferdinan.
Khusus bagi Marselino, ini menjadi laga keduanya bersama Oxford United senior setelah debutnya terjadi di Piala FA kala melawan Exeter City pada 11 Januari 2025.
Sementara itu, sang pelatih Gary Rowett menilai bahwa pertandingan menghadapi Swansea City sebagai laga yang aneh.
Gary Rowett mengatakan bahwa pertandingan berjalan sengit akibat kedua kesebelasan sama-sama bersaing untuk meraih kemenangan.
- Oxford United
"Itu adalah laga yang aneh, laga yang sangat sengit. Ada banyak peluang dan banyak gol, dan pertandingan terakhir yang cukup seru rasanya seperti ada sesuatu di dalamnya," kata Rowett dikutip dari Oxford Mail dikutip Minggu (4/5/2025).
"Setelah pertandingan dimulai, kedua kesebelasan ingin menang dan kedua pelatih ingin menang," tambahnya.
Terkait debut Marselino Ferdinan, pelatih Oxford United itupun mengaku tak bisa memberikan kritik hanya terhadap para pemainnya.
Kendati begitu, dirinya tetap menyoroti para anak asuhnya yang harus kebobolan hingga tiga gol pada pertandingan tersebut.
"Secara keseluruhan, kebobolan tiga gol, sulit untuk mengkritik para pemain, tetapi kebobolan tiga gol dengan cara seperti itu, menurut saya, sangat buruk dan bukan seperti yang kami biasa," jelas Gary Rowett.
"Tetapi juga sangat mirip dengan kami yang terus berjuang hingga akhir pertandingan dan terus mengejar sesuatu, dan terus memastikan berjuang sampai akhir," lanjutnya.