- Instagram @tejapakualam
Mengenal Teja Paku Alam, Raja Clean Sheet Persib Bandung yang Justru Tak Dipanggil Timnas Indonesia
Dua tahun kemudian, tepatnya pada periode 2011 hingga 2012, Teja mendapatkan kesempatan besar dengan bergabung dalam program Sociedad Anonima Deportiva (SAD).
Dalam program tersebut, Teja dan sejumlah pemain muda Indonesia mendapatkan kesempatan menimba ilmu sepak bola di Uruguay.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan kariernya sebagai penjaga gawang profesional.
Membela Sriwijaya FC Hingga Persib Bandung
Pada tahun 2013, Teja Paku Alam resmi bergabung dengan Sriwijaya FC. Selama memperkuat Sriwijaya FC, Teja mencatatkan 70 pertandingan dengan total 100 kebobolan dan 20 clean sheet.
Ia juga bermain selama 6.129 menit bersama klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut.
Setelah itu, Teja sempat memperkuat Semen Padang FC dengan catatan 26 pertandingan, 37 kebobolan, dan 5 clean sheet dengan total 2.340 menit bermain.
Performa konsisten di berbagai klub akhirnya membawanya bergabung dengan Persib Bandung. Bersama klub tersebut, karier Teja semakin berkembang dan ia menjadi salah satu kiper andalan tim.
Di balik perjalanan kariernya, Teja Paku Alam juga mendapat dukungan besar dari keluarganya.
Ayahnya diketahui merupakan seorang anggota kepolisian. Meski memiliki latar belakang sebagai aparat penegak hukum, sang ayah tidak pernah memaksakan Teja untuk mengikuti jejaknya di dunia kepolisian.
Sebaliknya, ia justru memberikan kebebasan kepada putranya untuk mengejar cita-cita di dunia sepak bola.
Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Teja mampu berkembang menjadi pemain profesional hingga saat ini. (adk)