- Instagram @maduraunited.fc/@zkrangar10
Nostalgia Liga Indonesia: Persekabpas Pasuruan, Ditopang Zah Rahan Krangar hingga Jadi Kuda Hitam dari Jawa Timur
Tampil tanpa beban seperti tim-tim besar lainnya, Persekabpas Pasuruan diluar dugaan bisa finis di posisi empat klasemen wilayah Barat Liga Indonesia XII 2006.
Ketika itu, skuad arahan Subangkit hanya berada di bawah Arema Malang, Persija Jakarta dan PSIS Semarang. Mereka catat 42 poin setelah 12 menang, 6 seri serta 8 kalah.
Di babak 8 besar, petualangan Persekabpas Pasuruan kian sulit. Persija Jakarta beserta Persmin Minahasa dan PSM Makassar jadi lawan mereka di grup Timur.
Kisah 'dongeng' Persekabpas Pasuruan kembali berlanjut usai kandaskan Persija Jakarta (3-1) dan PSM Makassar (5-1) serta imbangi Persmin Minahasa (2-2).
Hasil tersebut mengantarkan Persekabpas Pasuruan jadi pemuncak grup Timur dengan perolehan 7 poin dan mencetak 10 gol, bahkan hanya 4 kali kebobolan.
Namun, cerita manis Persekabpas Pasuruan di Liga Indonesia 2006 terhenti di semifinal ketika gol tunggal Imral Usman bawa PSIS Semarang amankan tiket final.
Persekabpas Pasuruan Setelah Liga Indonesia 2006
Performa luar biasa Laskar Sakera di musim itu membuat para pemain mereka laris manis diburu oleh klub-klub besar sesama kontestan Liga Indonesia.
Zah Rahan Krangar dan Pancho Rotunno ke Sriwijaya FC, Alfredo Figueroa menuju PSIS Semarang, Murphy Kumonple ke PSMS Medan bahkan Siswanto ke Persmin Minahasa.
Ironisnya, eksodus para pemain ke klub lain membuat prestasi Persekabpas Pasuruan di Liga Indonesia 2007 juga ikut jeblok. Mereka bahkan finis tiga terbawah.
Nasib tim yang punya basis suporter bernama Sakeramania itu semakin menyedihkan ketika mereka gagal ke ISL 2008 dan harus berkompetisi di Divisi Utama.
Bahkan di musim 2008 pula, Persekabpas Pasuruan terdegradasi ke Divisi II atau kasta ketiga sepak bola Indonesia setelah finis di posisi terbuncit Divisi Utama.
Semenjak saat itu, Persekabpas Pasuruan belum lagi kembali ke strata tertinggi sepak bola Indonesia. Untuk ke Liga 2 saja, rasanya cukup berat bagi mereka.
Prestasi terbaik Persekabpas Pasuruan hanya menjadi runner-up Liga 3 Jawa Timur 2018 dan tempat ketiga pada edisi 2023/2024. Selebihnya, kiprah mereka tak terdengar.
(han)