news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tony Sucipto saat berseragam Persija dan Persib.
Sumber :
  • persija.id | X/persib

Mengenang Tony Sucipto, Eks Bintang Persib–Persija yang Kini Melanjutkan Karier Bersama Rans Nusantara FC

Kisah lengkap Tony Sucipto, dari ikon Persib, pernah berseragam Persija, hingga kini menjadi pemain senior Rans Nusantara FC
Rabu, 31 Desember 2025 - 17:46 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nama Tony Sucipto menjadi salah satu potongan penting dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Ia bukan sekadar pemain yang berpindah klub, tetapi figur yang pernah berada di tengah rivalitas terbesar Tanah Air: Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Sebagai pemain bertahan yang juga piawai bermain di lini tengah, Tony dikenal berkat etos kerja tinggi, kedisiplinan, serta kemampuannya membaca permainan.

Karier panjangnya membuat ia dihormati sebagai pemain berpengalaman yang selalu memberi kontribusi nyata di setiap klub yang dibelanya.

Perjalanan profesional Tony dimulai pada 2004 bersama Persijatim Solo FC.

Namanya mulai benar-benar diperhitungkan saat hijrah ke Sriwijaya FC setahun berselang.

Bersama klub asal Palembang tersebut, Tony berkembang pesat dan menjelma menjadi pemain penting.

Puncaknya terjadi pada musim 2007/2008, ketika ia merasakan gelar juara liga pertamanya, sebuah pencapaian yang mengangkat namanya ke level lebih tinggi.

Performa konsisten itu membuka jalan baginya menuju Persija Jakarta pada 2010.

Meski hanya bertahan satu musim, Tony tetap meninggalkan catatan positif lewat puluhan penampilan dan kontribusi gol dari lini belakang.

Tahun 2011 menjadi titik balik karier Tony Sucipto. Ia resmi berseragam Persib Bandung dan menetap cukup lama, delapan musim, hingga menjadikannya salah satu ikon Maung Bandung pada masanya.

Di Bandung, Tony tak hanya menjadi pemain inti, tetapi juga simbol ketangguhan tim.

Ia ikut mengantar Persib meraih gelar Liga Super Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015.

Musim 2013 menjadi salah satu periode tersibuknya, saat ia hampir tak tergantikan di skuad utama.

Kecintaan suporter terhadapnya terlihat jelas. Bobotoh bahkan pernah memasukkan Tony dalam daftar pemain yang dianggap wajib dipertahankan demi kejayaan klub, sebuah bentuk penghormatan yang jarang diberikan.

Setelah bertahun-tahun identik dengan Persib, keputusan Tony kembali ke Persija Jakarta pada 2019 mengejutkan banyak pihak.

Reaksi keras pun tak terhindarkan, terutama dari pendukung Persib yang merasa kehilangan figur penting.

Namun Tony memilih bersikap tenang. Ia menegaskan kepindahannya dilandasi profesionalisme, meski mengakui ada rasa canggung di balik keputusan tersebut.

Bagi Tony, sepak bola adalah tentang tanggung jawab dan kontribusi di mana pun ia berada.

Usai periode keduanya bersama Persija, Tony melanjutkan karier ke Persela Lamongan pada Agustus 2024 untuk Liga 2 musim 2024/2025.

Di sana, ia berbagi ruang ganti dengan sejumlah pemain senior lain dan tetap menunjukkan dedikasi tinggi meski usia tak lagi muda.

Memasuki usia 39 tahun, semangat Tony belum padam. Jelang Liga 3 musim 2025/2026, Rans Nusantara FC resmi merekrutnya sebagai bagian dari proyek kebangkitan klub.

Kehadiran Tony di Rans Nusantara FC bukan sekadar menambah kedalaman skuad, tetapi juga membawa pengalaman panjang yang sangat dibutuhkan tim muda.

Ia diharapkan menjadi pemimpin di ruang ganti sekaligus panutan bagi pemain-pemain belia.

Dengan jam terbang tinggi di level tertinggi sepak bola Indonesia, Tony menjadi representasi bahwa usia bukan penghalang selama profesionalisme dan kerja keras tetap dijaga.

Tony Sucipto adalah gambaran pemain yang kariernya dibentuk oleh konsistensi dan mental kuat.

Dari Palembang, Jakarta, Bandung, hingga kini bersama Rans Nusantara FC, ia selalu meninggalkan cerita.

(tsy)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:27
39:43
03:16
04:30
30:22
04:50

Viral