- tvonenews.com - Ilham Giovani
Paul Munster Buka-bukaan Usai Bhayangkara Dibantai Persija: Tak Semua Pemain Siap di Level Tertinggi
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, buka suara usai timnya kembali menelan hasil mengecewakan di Super League. Kekalahan telak dari Persija Jakarta menjadi pukulan keras bagi The Guardian yang tengah berupaya keluar dari tren negatif.
Laga tunda pekan ke-8 Super League yang digelar pada Senin (29/12/2025) malam tersebut berakhir pahit bagi Bhayangkara. Bermain di kandang Persija, mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor mencolok 0-3.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu sebenarnya sempat berjalan seimbang. Bhayangkara bahkan mampu memberikan tekanan pada fase awal laga sebelum akhirnya kehilangan kendali permainan.
Hasil ini membuat kondisi Bhayangkara kian mengkhawatirkan. Dari empat pertandingan terakhir, mereka hanya mampu mengamankan satu poin dan gagal menunjukkan konsistensi performa.
Situasi tersebut berdampak langsung pada posisi Bhayangkara di klasemen sementara. Hingga pekan ini, mereka masih tertahan di peringkat ke-10 dengan koleksi 19 poin.
Paul Munster menilai laga-laga di level tertinggi menjadi ujian berat bagi sejumlah pemainnya. Ia mengisyaratkan bahwa tidak semua pemain mampu tampil optimal menghadapi tekanan kompetisi papan atas.
“Tampil melawan tim yang bagus itu sulit. Sekarang Anda melihat kualitas pemain-pemain Anda dan tim. Jika mereka bisa naik level, mungkin bagi beberapa pemain, level ini terlalu tinggi,” kata Munster pada jumpa pers setelah pertandingan.
Pelatih asal Irlandia Utara itu juga menyinggung komposisi skuad yang diturunkannya. Menurutnya, keseimbangan antara pemain lokal dan asing masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya tuntas.
“Anda dapat melihat banyak pemain inti saya. Tidak banyak pemain asing yang tampil sebagai pemain inti. Saya seharusnya mulai memainkan semua pemain asing. Tapi ini adalah tim, karena kami juga memiliki (pemain) lokal yang bagus. Tapi kami harus tetap bersama,” lanjutnya.
Dalam pertandingan tersebut, Bhayangkara sejatinya mampu meredam agresivitas Persija pada babak pertama. Namun, satu momen krusial jelang turun minum mengubah arah pertandingan secara signifikan.
Gol penalti dari Allano de Souza pada menit 45+5 membuka keran gol Persija. Setelah itu, tekanan tuan rumah semakin sulit dibendung oleh lini pertahanan Bhayangkara.
Petaka bagi Bhayangkara berlanjut di babak kedua melalui gol bunuh diri Putu Gede pada menit ke-62. Situasi tersebut membuat mental para pemain Bhayangkara semakin tertekan.
Persija kemudian menutup pesta gol lewat sundulan Jordi Amat pada menit ke-78. Gol tersebut sekaligus memastikan Bhayangkara pulang tanpa poin dari Jakarta.
Meski demikian, Munster masih mencoba berpikir optimistis menatap laga berikutnya. Ia menegaskan bahwa kemenangan di pertandingan selanjutnya bisa menjadi titik balik bagi timnya.
“(Jika) kami memenangi pertandingan berikutnya.Semuanya berubah. Tapi ya, untuk menang, kami harus mencetak gol. Jadi, saya mencari banyak untuk membawa pemain yang bagus untuk Bhayangkara. Tapi, saya masih menunggu,” kata mantan pelatih Persebaya Surabaya itu.
Kondisi tim juga mendapat perhatian dari kapten Bhayangkara, Dendy Sulistyawan. Ia mengakui hasil negatif yang diraih timnya menjadi beban tersendiri bagi para pemain.
“Jujur saja kami tidak bisa menerima kekalahan beruntun di dua kali pertandingan. Tapi kami sadar bahwa Persija-Persib punya kualitas yang bagus, karena mereka memang lagi fight untuk titel juara. Jadi kita sudah mencoba sebaik mungkin. Tapi emang faktanya kita belum bisa mengambil poin,” ucap Dendy.
Setelah kekalahan ini, Bhayangkara tak punya banyak waktu untuk meratapi hasil buruk. Tim yang kini bermarkas di Lampung tersebut dijadwalkan menjamu Dewa United pada Senin (5/1) mendatang dengan harapan bisa bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.
(igp/rda)