- Instagram - Persebaya Surabaya
Imbang Kontra Borneo FC, Persebaya Panen Evaluasi Positif dari Eks Tangan Kanan Shin Tae-yong
Jakarta, tvOnenews.com - Asisten pelatih Persebaya Surabaya, Shin Sang-gyu, menilai ada perkembangan positif yang ditunjukkan timnya meski gagal mengamankan kemenangan. Bajul Ijo harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Borneo FC dengan skor 2-2 pada lanjutan Super League.
Hasil tersebut memang belum sesuai target Persebaya yang mengincar poin penuh di kandang sendiri. Namun, Shin menekankan bahwa performa tim secara keseluruhan menunjukkan tren peningkatan yang patut diapresiasi.
Ia menyebut progres tersebut terlihat dari cara bermain kolektif yang mulai terbangun. Selain itu, performa individu sejumlah pemain juga dinilai semakin berkembang seiring berjalannya kompetisi.
“Hasil pertandingan memang tidak sesuai harapan, namun peningkatan permainan tim menjadi catatan penting, terutama dari sisi kerja kolektif dan performa individu pemain,” kata Shin dalam konferensi pers di Stadion GBT Surabaya, Jawa Timur, Sabtu malam.
Salah satu pemain yang mendapat sorotan khusus dari tim pelatih adalah Diego Mauricio. Penyerang anyar Persebaya itu dinilai memiliki pergerakan yang cerdas dan efektif di dalam kotak penalti lawan.
Menurut Shin, kualitas Diego bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Penampilan tersebut sudah terlihat sejak sesi latihan dan memang menjadi bagian dari ekspektasi tim pelatih saat mendatangkannya.
Kehadiran Diego diharapkan mampu memberikan variasi serangan bagi Persebaya. Dengan naluri mencetak gol yang baik, ia diyakini bisa menjadi pembeda pada laga-laga berikutnya.
Selain itu, Shin turut menjelaskan soal perubahan peran Catur Pamungkas yang dimainkan sebagai pemain sayap. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan tim dan rencana permainan yang telah disusun sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa perubahan posisi tersebut bukan karena situasi darurat. Keterbatasan opsi di sektor sayap membuat tim pelatih harus memaksimalkan pemain yang ada dengan penyesuaian peran.
“Keputusan tersebut bukan bersifat darurat, melainkan bagian dari strategi yang telah disiapkan,” ucapnya.
Shin juga menyinggung keberhasilan Persebaya mencetak gol melalui situasi bola mati. Menurutnya, set piece memang menjadi salah satu aspek yang terus diasah meski bukan fokus utama dalam setiap sesi latihan.
Latihan bola mati dilakukan untuk memberikan alternatif ketika tim kesulitan menembus pertahanan lawan. Hal itu diharapkan bisa menjadi senjata tambahan dalam situasi pertandingan yang ketat.
Di sisi lain, peningkatan kondisi fisik pemain juga menjadi perhatian Shin. Ia mengaku senang karena perkembangan tersebut turut mendapat respons positif dari para suporter yang hadir di stadion.
“Fisik itu tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi fondasi bagi penerapan taktik seperti high pressing dan intensitas permainan,” tutur eks tangan kanan Shin Tae-yong tersebut.
Dari kubu pemain, bek Persebaya Leo Lelis turut menyampaikan pandangannya terkait hasil imbang tersebut. Ia mengakui adanya tanggung jawab pribadi, termasuk insiden gol bunuh diri yang terjadi dalam laga itu.
Leo menegaskan dirinya tidak ingin berlarut-larut dalam kekecewaan. Sebagai pemain senior, ia berkomitmen untuk segera bangkit dan membantu tim tampil lebih solid pada pertandingan selanjutnya.
“Sebagai pemain senior, saya ingin menerima tanggung jawab dan memastikan hal itu tidak terulang,” pungkas Leo.
(igp/sub)