news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel usai Laga Menghadapi Persija.
Sumber :
  • tvOnenews/Ilham Giovani Pratama

Eks Tangan Kanan Van Bronckhorst Akui Takjub Atmosfer GBK, Bandingkan Feyenoord hingga Besiktas

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, bandingkan atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta dengan dua arena ikonik Eropa, markas Besiktas dan Feyenoord.
Sabtu, 29 November 2025 - 10:24 WIB
Editor :

‎Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul Van Gastel, membandingkan atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta dengan dua arena ikonik Eropa, markas Besiktas dan Feyenoord. Penilaian itu ia sampaikan setelah menjalani laga tandang pertamanya ke stadion legendaris Indonesia saat menghadapi Persija Jakarta, Jumat (28/11).

‎Nama Van Gastel memang bukan figur sembarangan di dunia kepelatihan. Jam terbangnya di sepak bola Eropa tak perlu diragukan lagi.

‎Pria berusia 53 tahun ini merupakan pelatih asal Belanda yang telah malang-melintang di level elite. Sepanjang kariernya, ia memegang peran strategis sebagai asisten pelatih di klub besar Turki dan Belanda, termasuk bekerja bersama pelatih top Giovanni van Bronckhorst.

‎Dalam kariernya di Feyenoord dan Besiktas, Van Gastel dikenal sebagai otak di balik pengembangan teknis dan mental pemain. Kedekatannya dengan Van Bronckhorst membuatnya dipercaya menangani tim di pertandingan-pertandingan bertekanan besar.

‎Namun semua perjalanan panjang itu memasuki babak baru ketika ia memutuskan menangani PSIM Yogyakarta. Klub berjuluk Laskar Mataram tersebut menjadi pelabuhan pertama Van Gastel di Asia, sekaligus pengalaman perdananya di sepak bola Indonesia.

‎Bertandang ke SUGBK menjadi salah satu momen yang sulit ia lupakan. Atmosfer puluhan ribu suporter Persija, The Jakmania, membuat laga itu terasa emosional dan intens, layaknya pertandingan besar yang pernah ia jalani di Eropa.

‎Meski datang sebagai tim tamu, Van Gastel mengaku sangat menikmati suasana pertandingan. Ia bahkan terlihat beberapa kali memberikan gestur apresiasi kepada suporter di tribun, menunjukkan kekagumannya pada budaya fanatisme sepak bola Indonesia.

‎Berbicara selepas laga, Van Gastel menyampaikan pandangannya yang kemudian viral di media sosial. Ucapannya menegaskan bahwa atmosfer sepak bola Indonesia tidak kalah dari arena-arena besar Eropa.

‎“Ya, saya sangat menikmati pertandingan ini. Di stadion ini dengan banyak penggemar yang menghadirkan atmosfer luar biasa,” ujar Van Gastel usai laga, Jumat (28/11/2025).

‎“Anda bisa membandingkannya dengan klub-klub seperti Feyenoord dan Besiktas. Saya suka lingkungan seperti ini karena para penggemarnya, Anda bermain untuk para penggemar,” tambahnya.

‎Lebih lanjut, ia menyebut lingkungan sepak bola yang baik seharusnya menghadirkan fanatisme sekaligus atmosfer kuat dalam sebuah pertandingan kandang.

‎“Dan jika mereka menghadirkan atmosfer yang begitu kental, itu adalah lingkungan yang menyenangkan untuk bermain dan melatih. Jadi, ya, saya sangat menikmatinya,” kata Van Gastel.

‎Di balik kekaguman itu, hasil laga justru belum berpihak kepada PSIM. Laskar Mataram dipaksa menyerah 0-2 oleh Persija lewat gol Maxwell De Souza (77’) dan Allano (95’), yang membuat publik tuan rumah bersorak hingga menit akhir.

‎Kekalahan tersebut disadari Van Gastel sebagai hasil yang pantas untuk Persija. Namun ia menilai timnya tetap bekerja keras meski performa belum stabil, terutama di babak pertama.

‎“Persija berhak menang, kami tidak bermain buruk, tetapi kami juga tidak tampil bagus terutama di babak pertama,” ujar Jean Paul Van Gastel.

‎Hasil minor itu membuat PSIM gagal memperbaiki posisi di klasemen. Meski begitu, Anton Fase dan kolega masih menjaga asa di papan atas dengan bertahan di posisi empat dan mengoleksi 22 poin dari 13 laga.

‎(igp/sub)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral