news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena.
Sumber :
  • ANTARA/Abdul Fatah & PSSI

Malut United Bongkar Kebobrokan Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena: Pemain Harus Setor Uang Agar Bisa Main hingga Fee Ikut Diambil

Polemik pemecatan dua sosok penting di Malut United, yakni pelatih Imran Nahumarury dan Direktur Teknik Yeyen Tumena, akhirnya dijawab secara terbuka oleh pihak manajemen klub.
Selasa, 24 Juni 2025 - 18:28 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik pemecatan dua sosok penting di Malut United, yakni pelatih Imran Nahumarury dan Direktur Teknik Yeyen Tumena, akhirnya dijawab secara terbuka oleh pihak manajemen klub.

Langkah tegas ini menjadi sorotan publik sepak bola nasional, terutama setelah kabar pemutusan kerja sama itu menyebar luas dan menimbulkan tanda tanya besar.

Wakil Manajer Malut United, Asghar Saleh, dalam keterangan pers di Ternate, Selasa (24/6/2025), menjelaskan bahwa keputusan itu tidak diambil secara emosional, melainkan didasarkan pada temuan serius yang berpotensi mencoreng citra klub dan sepak bola Indonesia secara umum.

“Energi kami sekarang sepenuhnya tercurah pada persiapan jangka panjang fisik dan peran pemain dalam TC di Yogyakarta pada 27 Juli 2025 jelang bergulirnya Liga 1, yang rencananya akan dimulai pada awal Agustus. Tapi kami tidak bisa menutup mata atas berbagai praktik tidak pantas yang dilakukan keduanya,” tegas Asghar dalam konferensi pers didampingi Hengky Oba selaku perwakilan manajemen.

Wakil Manajer Malut United, Asghar Saleh didampingi Hengky Oba
Sumber :
  • ANTARA/Abdul Fatah

 

Menurut Asghar, sejak tim masih tampil di Liga 2, sudah terdeteksi adanya perilaku menyimpang dari kedua sosok tersebut. 

Bahkan setelah mereka naik ke Liga 1 dan memperoleh kenaikan kompensasi hingga 300 persen, harapan manajemen justru dibalas dengan kekecewaan.

Investigasi internal klub menemukan dugaan pemotongan gaji pemain dan pengambilan fee transfer, termasuk dari dua pemain asing. 

Praktik yang disebut tidak profesional ini pun akhirnya menjadi puncak alasan keduanya diberhentikan.

"Kami kecewa berat. Ada pemain yang mengaku harus menyetor uang agar bisa bermain. Fee pemain juga diambil dan itu jelas melanggar," ungkap Asghar secara blak-blakan.

Bahkan hampir seluruh pemain lokal Malut United dikabarkan pernah mengalami permintaan uang agar mendapat menit bermain. 

Tindakan ini dianggap sangat merusak nilai-nilai kepercayaan dan sportivitas dalam tim.
Dari dua nama yang diberhentikan, hanya Imran Nahumarury yang telah menyampaikan permintaan maaf secara tertulis kepada manajemen klub. 
Dalam surat tersebut, Imran mengakui kesalahan dan berjanji tidak memperpanjang polemik ke media publik.

"Imran sudah minta maaf secara tertulis dan berjanji tidak memperpanjang masalah ini di media. Kami menerima itu dengan lapang dada dan berharap jadi pelajaran pribadi baginya," kata Asghar.

Namun berbeda dengan Imran, Yeyen Tumena belum juga menunjukkan itikad baik. Hingga kini, eks Direktur Teknik itu tidak mengirimkan klarifikasi maupun pernyataan maaf.

Pihak Malut United pun mempertimbangkan langkah hukum jika tak ada penyelesaian secara profesional dari pihak Yeyen.

"Kalau Yeyen tidak ada itikad baik, kami akan bawa ke jalur hukum. Ini bukan soal pribadi, tapi soal menjaga integritas klub dan dunia sepak bola Indonesia," tegas Asghar. (ant/fan)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:00
10:04
02:11
03:07
01:56
05:09

Viral