- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Ketum PSSI Erick Thohir Pastikan Tidak Ada Match Fixing di Pertarungan Zona Degradasi Liga 1 2024-2025
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum, PSSI Erick Thohir, memberikan komentar soal kompetisi Liga 1 2024-2025 yang memasuki akhir musim.
Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 tinggal menyisakan empat pertandingan terakhir.
Sesuai jadwal, pekan terakhir akan dimainkan pada 25 Mei 2025.
- Semen Padang
Erick Thohir menjamin tidak ada match fixing terutama pada pertarungan di zona degradasi Liga 1 musim ini.
Dia juga mengatakan kepada semua pihak untuk tidak meragukan kualitas para wasit yang bertugas.
"Kita harus percaya kualitas wasit kita. Dan tadi yang saya bilang, kalau ada match fixing kita gigit," kata Erick ketika ditemui awak media di Jakarta Pusat, Selasa.
"Toh kemarin kita lihat Semen Padang dua kali menang, 3-2 (lawan PSIS) dan yang luar biasa 2-0 sama Persija," tambah dia.
Saat ini ada tiga tim yang saling sikut untuk keluar dari zona degradasi.
Mereka adalah Semen Padang (28 poin), PSIS Semarang (25 poin), dan PSS Sleman (22 poin).
Masing-masing tim tadi menempati peringkat 16 hingga 18 di klasemen sementara Liga 1 2024-2025.
Namun, selain tiga tim itu, empat tim di atasnya, Barito Putera (29 poin), Persis Solo (32 poin), Madura United (33 poin), dan Persik Kediri (36 poin) juga belum aman karena posisi mereka masih bisa turun apabila tak meraih hasil maksimal di empat pertandingan tersisa.
"Artinya apa? Ini mendapatkan sebuah hasil yang maksimal untuk klub seperti Semen Padang. Nah, klub-klub yang lain, saya lihat ada Madura, ada Persis juga, menghasilkan rekor-rekor yang ini. Ini selama itu hasilnya tidak ada match fixing, ya its oke," jelas dia.
Sementara itu, satu hari sebelumnya, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus juga sempat memberikan pernyataan serupa terkait kompetisi yang memasuki akhir musim.
Ferry Paulus mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi dengan berbagai cara agar pertarungan di zona degradasi tetap berjalan adil.
"Pertama, kami juga sudah melakukan koordinasi terhadap keamanan yang lebih ketat karena fase krusial ini banyak intrik-intrik," katanya.
“Kami juga berkoordinasi dengan PSSI terkait dengan wasit. Kami sudah mohon wasit agar partai-partai krusial tadi dipimpin sama wasit yang lebih konstruktif, lebih tegas, lebih kualitasnya baik,” lanjut dia.
(ant/aes)