- dok.humas Prabowo
Tak Peduli Iran Tampil atau Tidak di Piala Dunia 2026, Trump: Mereka Sudah Kalah Telak, Kehabisan Tenaga
Jakarta, tvOnenews.com - Ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah menimbulkan tanda tanya besar terkait keikutsertaan Timnas Iran pada ajang Piala Dunia 2026. Situasi ini mencuat setelah konflik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Iran sendiri dijadwalkan tampil di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan. Di fase grup, Iran berada di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Namun, peluang Iran untuk tampil di ajang sepak bola paling prestisius di dunia itu kini dipenuhi ketidakpastian. Konflik militer yang terjadi membuat banyak pihak mempertanyakan apakah tim nasional negara tersebut masih bisa berpartisipasi secara normal.
Ketegangan meningkat setelah pada Sabtu pagi Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer besar terhadap Iran. Serangan tersebut dilakukan setelah perundingan terkait program nuklir Iran dilaporkan mengalami kebuntuan.
Dalam serangan udara tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas. Insiden itu kemudian memicu respons keras dari Iran yang melakukan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut membuat Federasi Sepak Bola Iran turut merespons kondisi yang terjadi di negaranya. Presiden federasi sepak bola Iran, Mehdi Taj, bahkan mengakui bahwa kondisi saat ini membuat suasana menjelang Piala Dunia menjadi sulit.
"Kita tidak bisa diharapkan untuk menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan," ujar Mehdi Taj dikutip dari Sport Bible.
Di sisi lain, pihak tuan rumah turnamen memberikan sinyal berbeda terkait peluang Iran tetap tampil di kompetisi tersebut. CEO US Soccer, JT Batson, menyatakan bahwa pihaknya tetap membuka pintu bagi Iran untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026.
Menurut Batson, negara tuan rumah tetap mendukung keikutsertaan Iran selama situasi memungkinkan. FIFA sendiri disebut masih terus memantau perkembangan situasi politik dan keamanan yang terjadi.
Presiden FIFA Gianni Infantino juga berharap turnamen tersebut dapat menjadi simbol persatuan dunia.