- Federasi Sepak Bola Tanjung Verde
Populasi Tanjung Verde Setara Cimahi, Ini Cara Negara Berpopulasi 500 Ribu itu Lolos Pertama Kali Piala Dunia 2026
Bahkan kini Belanda mencatatkan kontribusi terbanyak pemain keturunan Tanjung Verde dengan enam pemain memperkuat timnas, termasuk top skorer, Dailon Livramento.
Livramento punya alasan sendiri mau membela Tanjung Verde alih-alih menunggu pemanggilan De Oranje. Bagi Livramento, ini adalah bentuk balas budi dari leluhur mereka yang mau memberikan masa depan lebih baik setelah kekurangan yang mereka alami di negara sendiri.
“Bisa membalas budi kakek-nenek dan orang tua kita yang telah beremigrasi demi memberi kita masa depan yang lebih baik, bahkan terkadang bekerja dua pekerjaan sekaligus, adalah hal paling kecil yang bisa kita lakukan,” ujar Livramento.
Di sisi lain, Bubista tak hanya mengandalkan gerbong pemain naturalisasi untuk membawa Tanjung Verde ke Piala Dunia 2026. Pelatih bernama asli Pedro Leitao Brito ini turut mengintegrasikan pemain lokal dan muda untuk memiliki visi yang sama dengan para pemain naturalisasi
“Persatuan di antara orang-orang dengan pola pikir dan cara hidup yang berbeda hanya dapat dicapai dengan menghormati keunikan setiap pemain,” kata pelatih kepala tersebut.
Dua pemain lokal Tanjung Verde, Vozinha dan Stopira, bermain musim ini di kasta kedua Portugal setelah memulai karir mereka dari kompetisi semi profesional di Tanjung Verde. Juga sang kapten, Ryan Mendes yang merupakan pemain abroad dengan memperkuat tim kasta kedua Turki.
Delapan pemain inti yang tersisa dari hari Senin akan bermain untuk klub-klub divisi teratas di Portugal, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Republik Irlandia, Rumania, Rusia, Belanda, dan Siprus.
Lalu butuh berapa lama Bubista mampu mencairkan tim ini? Bubista sudah memimpin Tanjung Verde sejak 2020 lalu dan menerapkan salah satu cara untuk membuat tim bersatu, yakni menggunakan bahasa resmi Tanjung Verde, Kreol.
"Itu bahasa resmi tim nasional, dulu beberapa pemain hanya bisa berbahasa Inggris, tapi sekarang mereka belajar bahasa Kreol. Terkadang mereka mencoba berbicara bahasa lain di antara mereka sendiri, tapi saya tidak mengizinkannya, demi menjaga identitas Tanjung Verde kami tetap utuh," katanya. (hfp)