- AFC
Resmi! China Dihukum AFC usai Disingkirkan Timnas Indonesia dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 Gara-Gara Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Sepak Bola China (CFA) resmi dihukum AFC usai negaranya disingkirkan Timnas Indonesia dari Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pada Kamis (5/6/2025), China kalah dari Timnas Indonesia 0-1 via gol Ole Romeny dalam laga ke-9 Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
- AFC
Kekalahan itu membuat Tim Naga gagal melaju ke putaran keempat. Sebab, mereka hanya finis di peringkat kelima dengan membukukan 9 poin.
Sebaliknya, hasil laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta itu membuat skuad Garuda melaju ke putaran keempat.
Setelah disingkirkan Timnas Indonesia, China dalam hal ini CFA mendapatkan hukuman dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada 26 Juni kemarin.
Menurut laporan Sohu, AFC secara resmi mengeluarkan serangkaian denda disiplin. Di antaranya, PSSI-nya China didenda 2.000 dolar AS atau sekitar Rp32,3 juta.
- AFC.com
Selain itu, AFC menghukum analis video tim nasional China U20, Ristich, dengan denda 5.000 dolar AS karena merekam secara ilegal latihan tim lawan.
Tepatnya pada Februari tahun ini, ketika Piala Asia U20 2025 diadakan di Shenzhen. China U20 lolos sebagai peringkat kedua di grup.
Namun, mereka dikalahkan 0-1 oleh Arab Saudi di perempat final dan gagal mencapai semifinal serta tiket ke Piala Dunia U20.
AFC secara resmi menyatakan bahwa Ristić dihukum karena merekam latihan lawan secara ilegal, tetapi tidak mengungkapkan tim mana yang direkam.
Pengumuman resmi AFC menyatakan bahwa karena merekam latihan formal lawan, CFA melanggar Pasal 52.1 "Peraturan Kompetisi Piala Asia U20 2025" dan didenda 2.000 dolar AS .
Denda tersebut harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal pemberitahuan keputusan ini.
Jika melanggar peraturan lagi, dapat dikenakan hukuman yang lebih berat.
Selain itu, analis tim China, Ristić, didenda 5.000 dolar AS karena melanggar Pasal 50.1 "Kode Disiplin dan Etika" AFC.
Denda tersebut harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini. Jika melanggar peraturan ini lagi, dapat dikenakan hukuman yang lebih berat.