Di Hadapan Pelatih Belanda, Indra Sjafri Pede Banget 'Pamer' Pencapaian Timnas Indonesia: Jelek-jelek Begini, Saya…
tvOnenews.com - Indra Sjafri memang dikenal sebagai salah satu sosok pelatih yang konsisten membangun fondasi sepak bola usia muda di Indonesia.
Pria asal Sumatra Barat ini kerap kali menjadi garda terdepan dalam menyiapkan generasi baru untuk Timnas Indonesia di berbagai level usia.
Tak heran, Indra pernah memikul tanggung jawab besar sebagai pelatih timnas U-23 dan U-20 secara bergantian, sekaligus menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI.
Pada 2023, Indra Sjafri diberikan amanah memimpin Timnas U-23 Indonesia dalam ajang SEA Games 2023 yang berlangsung di Kamboja.
Tugas berat itu ia bayar tuntas dengan keberhasilan mengantarkan Garuda Muda meraih medali emas setelah mengalahkan Thailand secara dramatis.
Gelar ini terasa sangat spesial karena mempersembahkan medali emas pertama dalam kurun waktu 32 tahun bagi Timnas Indonesia di ajang tersebut.
Kepercayaan dari PSSI berlanjut ketika pada awal 2024, Indra kembali diminta memegang kendali timnas U-20 Indonesia.
Targetnya pun tak main-main, membawa skuad muda Tanah Air menembus Piala Dunia U-20 2025.
Sayangnya, nasib berkata lain. Timnas U-20 gagal lolos dan hasil tersebut membuat posisinya sebagai pelatih kepala harus dilepas.
Meski begitu, peran Indra Sjafri di dunia sepak bola nasional belum usai.
Kini, ia menjalankan tugasnya sebagai technical di PSSI.
Sebelumnya, coach Indra pernah berinteraksi dengan pelatih kepala timnas senior Indonesia yang baru, Patrick Kluivert.
Pertemuan keduanya terjadi ketika Patrick Kluivert menyambangi pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20 yang berlangsung di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Di hadapan pelatih asal Belanda itu, Indra tak sungkan menceritakan salah satu pencapaian terbaiknya bersama Timnas U-20.
Indra Sjafri mengungkap dengan bangga bahwa timnya pernah mengalahkan Argentina U-20 dalam turnamen bergengsi Seoul Earth on Us Cup 2024 dengan skor 2-1.
Pencapaian itu menjadi catatan langka yang membanggakan, mengingat Argentina adalah kekuatan besar di level usia muda.
Indra pun tak ragu ‘pamer’ hasil tersebut langsung kepada Kluivert.
“Alhamdulillah, saya bertemu langsung dengan Coach Patrick dan langsung berdiskusi. Saya laporkan, tim U-20 ini pernah mengalahkan Argentina, dan dia kaget. Dia bahkan meminta video pertandingan,” kata Indra dengan antusias.
Lebih lanjut, Indra juga menunjukkan dukungan penuhnya terhadap regenerasi pemain.
Ia menyatakan siap melepas pemain muda Timnas U-20 jika memang dibutuhkan oleh Kluivert untuk memperkuat skuad senior.
Nama-nama seperti Jens Raven, Kadek Arel, dan Dony Tri Pamungkas disebut sebagai kandidat yang siap promosi.
“Kalau kualitas mereka mumpuni dan Coach Patrick setuju, tidak menutup kemungkinan pemain U-20 bisa naik,” ungkapnya.
Indra juga menyoroti pentingnya keselarasan visi antar level tim nasional.
Menurutnya, seluruh lini Timnas dari U-17 hingga senior harus berjalan dalam satu garis yang serasi demi menciptakan kesinambungan pengembangan.
“Saya sepakat, semua harus satu line, satu visi. Itu kunci pengembangan timnas secara menyeluruh,” ujar Indra, menandaskan komitmennya terhadap proyek jangka panjang Timnas Indonesia.
Meski tak lagi menjadi pelatih kepala, kontribusi Indra Sjafri dalam mengorbitkan talenta-talenta muda masih menjadi aset berharga bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Ia tetap vokal dan aktif dalam mendukung transformasi Timnas bersama pelatih baru yang kini tengah mengemban tugas membawa Garuda terbang lebih tinggi. (adk)