- tim tvonenews
Berlin Marathon & Pikiran-Pikiran yang Menyenangkan
Yang lebih penting, seperti yang selalu saya alami, kegiatan lari adalah cara untuk mengolah kesadaran. Sejauh ini cara paling tepat untuk tetap waspada. Ini sebenarnya bukan hal baru, berlari sebenarnya mirip dengan oleh meditasi yang pada banyak tradisi lampau membantu orang untuk tetap fokus.
Serupa dengan kegiatan tudong para biksu, berjalan selama ratusan bahkan ribuan kilometer tanpa saling bicara. Bergerak dengan hening. Satu persatu kaki digerakkan, mengangkatnya dan meletakkannya lagi sambil fokus dan mengkonsentrasikan pikiran. Perlahan lahan ada yang mengembang: pengetahuan dan kebijaksanaan.
Tak hanya dalam tradisi Budha, pada umat katolik ada ritual ziarah kuno dengan jalan kaki menempuh rute hingga ratusan kilometer. Tradisi yang dilakukan di Spanyol dengan sebutan Camino de Santiago pada prinsipnya sama: dengan bergerak peserta diajak menenangkan diri, mengevaluasi dan memfokuskan pola pikirnya.
Gerakan lari yang sederhana diyakini bisa membuat orang orang menemukan jati diri dan dapat memecahkan masalah tertentu.
- ist
Fokus dan bisa memecahkan masalah dengan tenang kini jadi hal berharga karena sehari hari kita dikepung dengan dunia citra lewat gawai. Dunia pascakebenaran yang ditemui di gawai membuat kita mudah cemas, khawatir, mudah lelah, selalu merasa tertekan. Lari adalah cara untuk membebaskan dari itu semua.
Kenapa harus ada dalam situasi bergerak? Kenapa mesti ada perjalanan yang ditempuh? Penelitian Erin C Wesgate, assisten professor psikoligi di Universitas of Florida di Guinnesville saat meneliti kebosanan menemukan bahwa saat dalam perjalanan adalah saat yang paling banyak seseorang memiliki pikiran yang menyenangkan.
Nah, pikiran yang menyenangkan bukankah dasar bagi banyak hal yang produktif dalam hidup? Penemuan, inovasi, ide ide segar umumnya dilahirkan dalam situasi otak dipenuhi pikiran pikiran yang menyenangkan.
Iya, pada akhir September ini, saya ingin mengingat lagi semua pikiran pikiran yang menyenangkan. Berlin Maratahon adalah salah satu yang terbaik untuk dikenang. Barangkali karena itu orang-orang selalu ingin datang lagi dan lagi. Saya membayangkan Jakarta pun harusnya bisa melakukannya. (Ecep Suwardaniyasa Muslimin)