- tim tvonenews
Run Stranger, Run!
Setiap negara punya bau harum dan bacinnya sendiri-sendiri. Dan, bagi saya, pendekatan model “pemimpin kuat” yang mengedepankan hanya pembangunan ekonomi, mengabaikan demokrasi dan hak hak sipil, seperti yang pernah dipraktekan oleh Soeharto di Indonesia, Mahathir Mohamad di Malaysia dan Lee Kuan Yew di Singapura bukan tanpa kritik.
Saya melihat ada kecenderungan di Indonesia mengarah ke sana.
Saya kira pengalaman Indonesia dalam hal menegakkan demokrasi dan melembagakan kritik cukup membanggakan jika dibandingkan dengan negara serumpun, macam Singapura dan Malaysia. Kita tetap kampiun demokrasi di Asia Tenggara dan sebaiknya tak kembali ke masa lalu, memilih pemimpin otoriter, meski di sini demokrasi baru menimbulkan kegaduhan, belum kemajuan dan kesejahteraan.
(Ecep Suwardaniyasa Muslimin)