- Sumber:Bobo
Mengenal Mendur Bersaudara, Fotografer yang Mengabadikan Momen Proklamasi 17 Agustus 1945
Sang kakak kemudian tertangkap. Hasil karya foto wartawan kantor berita Domei itu lalu dirampas hingga tak terselamatkan. Namun Frans beruntung karena sempat menyembunyikan negatif film hasil jepretannya di dalam tanah di kebun di area kantornya tempat bekerja.
Kendati demikian, ia masih harus kucing-kucingan dengan tentara Jepang saat hendak mencetak hasil foto tersebut. Dia dan beberapa teman perjuangan perlu menyelinap di malam hari, melompati pohon dan memanjat pagar di kantor Domei hanya untuk mengabarkan pada dunia bahwa Indonesia sudah merdeka dengan mencetak negatif film itu di sebuah lab.
Setelah dicetak, dari hasil jepretannya Frans mendapatkan beberapa sudut foto, seperti saat Soekarno membacakan teks proklamasi, pengibaran bendera merah putih oleh anggota Pembela Tanah Air (PETA) Latief Hendradiningrat, serta suasana upacara pengibaran bendera Merah Putih.
Saat ini foto yang tersebar dan sering kita lihat hanya 5 foto yaitu Sukarno saat membaca Teks Proklamasi, penaikan bendera, teks proklamasi dalam tulisan tangan, teks proklamasi dalam ketikan, dan Moh. Hatta saat upacara berlangsung.
Namun berdasarkan penelitian Kantor Berita Antara dan Yayasan Bung Karno tahun 2012, ditemukan 13 foto karya Frans Mendur lainnya dan diduga masih ada foto lainnya yang belum ditemukan (Rondonuwu, 2017).
Wafatnya Dua Fotografer Proklamasi
Setelah Indonesia merdeka, Frans Mendur masih berkecimpung dalam dunia jurnalistik dan pers. Pada tahun 1954 hingga tahun 1958 ia sempat menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Jakarta.
Namun akibat sakit yang dideritanya, perintis fotografi nasional itu akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta pada tanggal 24 April 1971.
Sementara itu Alex Mendur, sang kakak pasca kemerdekaan juga sempat bekerja sebentar di surat kabar Indonesia Merdeka pimpinan B.M. Diah. Dia juga mendirikan kantor berita foto bernama Indonesia Press Photo Service (IPPHOS) pada 2 Oktober 1946 bersama Oscar Ganda, Alex Mamusung, Frans Mendur, Frans Umbas, dan Justus Umbas. Dia meninggal pada 30 Desember 1984 di usia 77 tahun.
Untuk mengenang jasa Mendur bersaudara di Kawangkoan, kemudian didirikan Tugu Pers Mendur yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 Februari 2013. Tugu ini digagas oleh Gubernur Sulawesi Utara pada masa itu, Drs. H. Sarundajang.