- Humas Polda Sumsel
Kapolda Sumsel Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat Sipil, Dorong OKI Jadi Role Model Zero Karhutla 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus menegaskan komitmennya untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif dan inklusif.
Upaya ini diwujudkan melalui Apel Besar Sabuk Kamtibmas, Bhabinkamtibmas, dan Siaga Karhutla Kabupaten OKI Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho di halaman GOR Perahu Kajang, Rabu (22/4/2026).
Apel tersebut menampilkan suasana kebersamaan yang kuat. Selain melibatkan personel TNI-Polri dan aparat pemerintah, kegiatan ini juga merangkul berbagai unsur masyarakat sipil dari latar belakang beragam.
Dalam barisan, ratusan Bhabinkamtibmas, prajurit TNI, personel BPBD, serta Manggala Agni berdiri berdampingan dengan perwakilan Banser, Pecalang, Pemuda Batak Bersatu, Pagar Nusa, PSHT, Kokam, serikat buruh, komunitas ojek, hingga kelompok eks narapidana terorisme dan Regu Pemadam Kebakaran.
Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh elemen tersebut. Ia menekankan bahwa perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan dalam menjaga keamanan wilayah.
"Kita hadir dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi yang sama, menjaga Bumi Bende Seguguk agar tetap aman, damai, dan bermartabat," tegas Kapolda Sumsel di hadapan ratusan peserta apel.
Ia juga menyoroti perubahan paradigma dalam menjaga keamanan. Menurutnya, tanggung jawab Kamtibmas tidak lagi hanya berada di tangan aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
"Pemeliharaan Kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab eksklusif bagi TNI-Polri saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kamtibmas adalah milik kita bersama," ujarnya menginspirasi.
Keterlibatan masyarakat sipil dalam kegiatan ini dikemas dalam program Sabuk Kamtibmas. Kapolda menjelaskan bahwa program tersebut mengandung makna sebagai pengikat, penguat, dan pelindung bagi masyarakat.
"Sabuk Kamtibmas mengandung makna filosofis yang mendalam, yaitu pengikat, penguat, dan pelindung. Kita semua berdiri di sini sebagai pengikat, penguat, dan pelindung bagi masyarakat di Kabupaten OKI khususnya," terangnya. Ia juga mengingatkan peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tingkat desa agar tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penyelesai masalah di tengah masyarakat.
Selain menjaga stabilitas keamanan yang penting bagi pertumbuhan UMKM dan investasi, kegiatan ini juga menyoroti upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan.
Kapolda menargetkan Kabupaten OKI mampu mencapai status zero karhutla pada 2026 dan menjadi contoh atau role model bagi daerah lain melalui pendekatan pencegahan dini yang humanis dan tegas.
Menutup amanatnya, Kapolda menyampaikan pesan reflektif tentang makna pengabdian. Ia mengajak seluruh pihak menjadikan kebaikan sebagai landasan dalam bekerja dan melayani masyarakat.
"Sudahkah kita berbuat baik hari ini? Jadikan itu semangat kita semua, karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, maupun untuk masyarakat di Kabupaten OKI yang kita cintai," pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sumsel, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, jajaran Forkopimda OKI, serta tokoh masyarakat dan akademisi setempat.
Melalui apel ini, Polda Sumsel berharap sinergi lintas sektor yang telah terbangun tidak berhenti pada seremoni semata. Kolaborasi ini diharapkan menjadi cerminan kepolisian yang semakin presisi, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan yang diperkuat melalui Sabuk Kamtibmas, target stabilitas keamanan yang mendukung investasi serta zero karhutla 2026 di Kabupaten OKI diyakini dapat terwujud.