news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Politikus Hary Tanoesoedibjo.
Sumber :
  • tvOnenews - Julio Trisaputra

Konflik dengan Jusuf Hamka, Hary Tanoe Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 531 M, Berawal dari Sengketa Transaksi Surat Berharga pada 1999

Majelis hakim menyatakan terdapat unsur perbuatan melawan hukum dalam sengketa yang berakar dari transaksi surat berharga pada 1999.
Kamis, 23 April 2026 - 10:26 WIB
Reporter:
Editor :

“Kasusnya adalah seperti ini, di bulan Mei 1999 CMNP itu butuh dollar AS. Waktu itu salah satu bank Tbk paling sehat (Unibank). Maka ditunjuklah PT Bhakti Investama sebagai arranger,” kata Hotman.

Ia menjelaskan Unibank menerima dana 17,4 juta dollar AS dan tiga tahun kemudian berkewajiban membayar 28 juta dollar AS.

“Jadi Unibank sudah terima uang tersebut, dan tiga tahun kemudian, dia harus bayar 28 juta dollar AS. Itu artinya zero coupon bond,” imbuh dia.

Namun situasi berubah setelah Unibank ditutup pemerintah pada 2001 saat krisis, yang membuat sertifikat deposito tersebut tak dapat dicairkan.

“Unibank sudah terima uang. Bukan Hary Tanoesoedibjo yang terima uang, bukan Bhakti Investama yang terima uang, tapi yang terima uang adalah Unibank,” terang Hotman.

Ia juga menegaskan pihaknya menolak tuduhan pemalsuan dan menyebut pihak arranger tidak menerima dana pokok transaksi.

“Yang salah siapa? Tentu bukan broker-nya atau arranger-nya... Jadi kalau sekarang dituduh pemalsuan, pemalsuannya di mana?,” ucapnya.

Di sisi lain, kuasa hukum CMNP, Lucas, menolak narasi bahwa MNC hanya bertindak sebagai arranger. Menurut Lucas, hubungan yang terjadi saat itu adalah pertukaran instrumen keuangan, bukan transaksi jual beli.

“Surat berharga dengan surat berharga, NCD diberikan kepada Citra Marga, Citra Marga memberikan MTN (Medium Term Notes) dengan obligasi,” kata Lucas.

Dalam konstruksi versi CMNP, Hary Tanoe menawarkan penukaran NCD senilai 28 juta dollar AS yang diterbitkan Unibank dengan MTN Rp163,5 miliar dan obligasi tahap II Rp189 miliar milik CMNP.

Instrumen NCD diserahkan dalam dua tahap, masing-masing 10 juta dollar AS pada 27 Mei 1999 dan 18 juta dollar AS sehari setelahnya.

Persoalan mencuat ketika instrumen tersebut gagal dicairkan pada Agustus 2002 setelah Unibank berstatus Bank Beku Kegiatan Usaha.

CMNP menilai pihak tergugat mengetahui adanya persoalan pada instrumen tersebut, yang kemudian menimbulkan kerugian besar termasuk perhitungan bunga.

“Yang terjadi adalah tukar menukar, tidak ada jual beli,” tegas Lucas.

Ia juga membantah CMNP pernah menunjuk Hary Tanoe maupun MNC sebagai arranger.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral