news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa.
Sumber :
  • Syifa Aulia/tvOnenews

Soal Kader NasDem Pindah ke PSI, Saan Mustopa: Mungkin Mereka Sudah Jenuh di NasDem

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menanggapi terkait beberapa kader partainya yang pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Begini katanya.
Senin, 13 April 2026 - 17:45 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menanggapi terkait beberapa kader partainya yang pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dia menegaskan kader NasDem yang memutuskan pindah ke PSI tidak terlalu banyak. Namun, dia menilai perpindahan kader partai ke partai politik yang lain merupakan fenomena biasa dalam dunia politik. 

“Ya kalau dikatakan banyak, masih bisa dihitung dengan jari ya. Kalau banyak itu kan sudah enggak bisa kehitung tuh. Ini kan masih bisa dihitung dengan jari kan gitu loh, yang pindah,” kata Saan di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).

“Dan fenomena pindah itu kan hal biasa. Kan tidak hanya terjadi di Partai NasDem. Jadi itu fenomena biasa, hal yang biasa, orang dari satu partai pindah ke partai lain,” tambahnya.

Dia menganggap kader partai yang bermigrasi ke partai lain karena mereka ingin mencari tantangan dan suasana baru.

“Dalam konteks kami, mungkin saja mereka mencari suasana dan tantangan baru di tempat lain. Kan itu kan hal yang biasa. Atau dalam bahasa sederhana, ya mau uji kemampuan lah misalnya kan gitu,” ujar Saan.

Di sisi lain, Saan membantah bahwa internal Partai NasDem tidak solid hanya karena ada kadernya yang pindah partai. Dia menekankan konsolidasi nasional masih terus dilakukan secara masif.

“Jadi secara internal, kita tidak ada persoalan apa pun. Sekali lagi, partai tetap solid, konsolidasi tetap jalan, bahwa ada kader-kader yang apa, pindah, sekali lagi itu hal yang biasa dan itu dinamika biasa saja,” ungkapnya.

“Mungkin mereka sudah jenuh di internal NasDem, mencari suasana dan tantangan baru, dan itu kan enggak bisa kita tahan. Itu kan hak politik masing-masing,” tandas Saan. (saa/iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:30
01:12
00:54
04:58
01:08
03:22

Viral