- Tim tvOne - Apa Kabar Indonesia Pagi
Pemilik Hajat di Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman, Polisi Beberkan Ada Korban Lain yang Dianiaya Pelaku
tvOnenews.com - Seorang pria di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dilaporkan tewas akibat dikeroyok oleh sejumlah preman kampung di saat korban melakukan hajatan.
Insiden itu terjadi di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (4/4/2026).
Korban sekaligus tuan rumah hajatan bernama Dadang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pria dengan sebutan preman kampung.
Menurut penjelasan Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saepul Uyun menjelaskan terduga pelaku melakukan aksi yang tidak pantas dengan cara meminta 'jatah' sejumlah uang kepada pemangku hajat.
Namun uang yang diterima oleh terduga pelaku kurang dari jumlah yang diminta sehingga ia kembali meminta dengan dalih untuk keamanan dan membeli minuman keras.
“Pada acara itu mengadakan organ tunggal sebagai hiburan. Pada saat adanya hiburan warga kemudian timbul persoalan. Didatangi oleh seseorang terduga pelaku yang melakukan perbuatan yang tidak pantas di lokasi dengan cara meminta sejumlah uang kepada pemangku hajat,” ungkap AKP Uyun Saepul Uyun pada program acara Apa Kabar Indonesia Siang, tvOne.
“Akan tetapi uang yang diterima oleh yang bersangkutan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan mendapat teguran dari korban supaya tidak membuat keresahan dalam acara tersebut. Terduga pelaku tidak menerima, akhirnya terjadi suatu perbuatan melawan hukum yang berdampak kepada korban dilarikan ke rumah sakit,” sambungnya.
- Instagram @info_karawang
Seorang saksi sekaligus adik dari korban, Asep Wahyu mengatakan terduga pelaku sempat meminta sebanyak dua kali.
Ia melihat terdapat kurang lebih tiga orang yang mendatangi kakaknya, sementara sekitar delapan orang lainnya mendatanginya.
Asep mengaku tidak mengenal sebab ia berdomisili di Karawang sementara terduga pelaku berasal dari warga sekitar.
“Sudah di palak, dia minta dua kali. Yang pertama dikasih, yang kedua minta Rp500 ribu nggak dikasih. Terus ya kejadian lah begitu,” ujar Asep Wahyu kepada tim tvOnenews.