news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi: Situasi pemudik menggunakan kendaraan roda dua di Pelabuhan Bakauheni di kawal oleh Polda Lampung guna menjamin keamanan..
Sumber :
  • tim tvOne/Antara

Tak Mau Kecolongan Hadapi Arus Balik Penyeberangan Sumatra-Jawa, Begini Strategi yang Disipkan Pemerintah

Hasil evaluasi arus mudik menjadi pijakan utama dalam menyempurnakan strategi arus balik, mengingat pergerakan masyarakat diperkirakan masih akan tinggi,
Minggu, 22 Maret 2026 - 23:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi telah menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi arus balik Lebaran 1447 Hijriah pada lintas penyeberangan Sumatra-Jawa. Upaya ini dilakukan agar perjalanan kembali masyarakat tetap terkendali, aman, selamat, dan lancar.

Dudy menjelaskan, Kementerian Perhubungan bergerak cepat mengevaluasi sejumlah titik krusial saat puncak arus mudik Lebaran 2026.

Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam merancang langkah antisipatif guna memastikan arus balik berjalan optimal.

“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini, fokus kita adalah memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat serta strategi yang lebih matang,” kata Menhub sebagaimana keterangan di Jakarta, Minggu (22/3/2026).

Ia menambahkan, rapat evaluasi dan koordinasi telah digelar di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Merak pada Minggu, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Dalam menghadapi arus balik, Menhub menginstruksikan seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapan melalui skenario yang lebih adaptif dan responsif terhadap kondisi di lapangan.

Berbagai strategi disiapkan, di antaranya percepatan penerapan sistem tiba–bongkar–berangkat (TBB) saat terjadi lonjakan kendaraan. Selain itu, dilakukan simulasi kapasitas layanan pada skema lima hingga enam dermaga untuk memastikan daya tampung tetap optimal.

Langkah antisipasi juga difokuskan pada potensi titik crossing di Bakauheni agar tidak menghambat proses bongkar muat.

Optimalisasi rest area turut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kepolisian dalam mengatur distribusi dan pergerakan kendaraan.

Selanjutnya, dilakukan evaluasi penggunaan dermaga non-TBB serta pengaturan jumlah kapal agar operasional tetap efisien. Pemerintah juga menyiapkan alternatif lintasan melalui Pelabuhan Panjang–Krakatau Bandar Samudra apabila terjadi kepadatan kendaraan.

Pemanfaatan teknologi diperkuat dengan penggunaan drone untuk pemantauan secara real-time, terutama di wilayah Bakauheni. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi potensi antrean secara cepat dan akurat.

Dari sisi hulu, pengelolaan buffer zone dan rest area di Pulau Sumatra dioptimalkan melalui penerapan delaying system. Koordinasi dilakukan bersama Korlantas Polri untuk menahan kendaraan sebelum memasuki pelabuhan.

Selain itu, peningkatan kewaspadaan diterapkan di titik-titik rawan, seperti area penjualan oleh-oleh di turunan flyover yang berpotensi menimbulkan hambatan lalu lintas.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral