- Reuters-Yonhap
Presiden Iran Minta Maaf Atas Rudal dan Drone yang Beredar, Bermaksud Serang Pangkalan Militer dan Aset AS
Kematian Khamenei memicu gelombang serangan balasan dari Iran, termasuk peluncuran rudal dan drone ke berbagai target yang dianggap terkait dengan operasi militer terhadap Iran.
Namun, Presiden Iran minta maaf menegaskan bahwa negaranya tidak ingin membuka konflik baru dengan pemerintah regional di Teluk.
Iran Pilih Diplomasi dan Penangguhan Serangan
Selain Presiden Iran minta maaf, pemerintah Iran juga mengambil langkah lain untuk meredakan ketegangan dengan negara tetangga.
Pezeshkian mengungkapkan bahwa Dewan Kepemimpinan Sementara Iran telah menyetujui penangguhan serangan terhadap negara-negara tetangga.
Keputusan tersebut berlaku dengan satu pengecualian, yakni jika wilayah negara lain digunakan sebagai basis untuk menyerang Iran.
Dengan kata lain, Iran menyatakan tidak akan menargetkan negara Teluk selama wilayah mereka tidak digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Langkah ini menegaskan bahwa Presiden Iran minta maaf bukan sekadar pernyataan simbolis, tetapi juga diikuti dengan kebijakan untuk menahan eskalasi konflik di kawasan.
Kepemimpinan Iran Berubah Setelah Khamenei Gugur
Situasi politik di Iran juga mengalami perubahan setelah tewasnya Ayatollah Khamenei dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Saat ini, kepemimpinan negara dikendalikan oleh Dewan Kepemimpinan Sementara yang terdiri dari:
-
Presiden Iran Masoud Pezeshkian
-
Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei
-
Ulama senior Dewan Penjaga Konstitusi Alireza Arafi
Dewan ini memimpin Iran hingga pemimpin tertinggi baru dipilih oleh Majelis Pakar Iran.
Meski Presiden Iran minta maaf kepada negara tetangga, pemerintah Iran tetap menegaskan bahwa negara tersebut tidak akan menyerah kepada tekanan asing.
Pezeshkian bahkan menyerukan persatuan nasional agar rakyat Iran tetap solid menghadapi konflik yang sedang berlangsung.
AS Peringatkan Serangan Lebih Keras
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi serangan yang lebih keras.
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak tertarik melakukan negosiasi dengan Iran selama tidak ada penyerahan tanpa syarat dari pihak Teheran.
Ia juga menyebut operasi militer terhadap Iran akan terus berlangsung untuk mempertahankan kepentingan Amerika Serikat di kawasan.