- Antara
Media AS Buka-bukaan Soal IKN: Kota Masa Depan yang Masih Sepi dan Penuh Tanda Tanya
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan pengamat internasional mengenai kesiapan IKN untuk benar-benar berfungsi sebagai pusat pemerintahan dalam waktu dekat.
Indah tapi Sepi
Laporan NPR juga menggambarkan pemandangan IKN yang kontras. Di satu sisi, kawasan inti pemerintahan terlihat modern dan estetis. Istana presiden dengan desain ikonik Garuda, gedung perkantoran hijau dengan tanaman menjuntai di dinding, serta taman-taman luas menjadi daya tarik visual tersendiri.
Barton mencatat bahwa selama masa libur panjang, lebih dari 200 ribu wisatawan datang untuk melihat langsung IKN. Antusiasme publik ini menunjukkan rasa penasaran yang besar terhadap proyek nasional tersebut.
Namun di sisi lain, para kritikus mulai menyuarakan kekhawatiran. Dengan aktivitas yang masih terbatas dan populasi yang minim, muncul kekhawatiran bahwa IKN berpotensi menjadi “kota hantu” yang mahal jika tidak berkembang sesuai rencana.
Sorotan Lingkungan dan Komunitas Adat
Perhatian media internasional juga mengarah pada dampak sosial dan lingkungan proyek ini. Kelompok lingkungan dan komunitas adat setempat menyuarakan kekhawatiran terkait deforestasi dan potensi gangguan terhadap tanah adat.
Pembangunan di tengah kawasan hutan Kalimantan dinilai memiliki risiko ekologis jika tidak dikelola secara ketat. Isu keberlanjutan inilah yang disebut menjadi ujian terbesar legitimasi IKN di mata dunia.
Laporan NPR menekankan bahwa proyek sebesar ini tidak hanya diukur dari kemegahan bangunan, tetapi juga dari bagaimana pemerintah menjaga keseimbangan antara pembangunan, lingkungan, dan hak masyarakat lokal.
Target 2028 dan Masa Depan yang Belum Pasti
Di tengah berbagai tantangan tersebut, pemerintah Indonesia tetap menargetkan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028. Presiden Prabowo Subianto bahkan telah beberapa kali mengunjungi kawasan IKN untuk menegaskan komitmen percepatan pembangunan.
Namun, menurut Barton, masa depan IKN masih menyisakan banyak tanda tanya. Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kesinambungan pendanaan, stabilitas kebijakan, serta kemampuan pemerintah menjawab kritik lingkungan dan sosial.
“Ini adalah visi yang sangat besar, tetapi masa depannya masih belum pasti,” tutup Barton dalam laporannya.
Sorotan media Amerika ini menunjukkan bahwa IKN bukan hanya proyek nasional, melainkan juga perhatian global. Dunia kini menunggu, apakah Nusantara akan benar-benar menjelma menjadi simbol kota masa depan, atau justru menjadi pelajaran mahal tentang ambisi besar yang sulit diwujudkan. (nsp)