news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Nasaruddin Umar.
Sumber :
  • Syifa Aulia-tvOne

Jelang Muktamar ke-35, 14 Nama Ini Disebut Jadi Kandidat Kuat Ketum PBNU Menurut Survei, Ada Muhaimin Iskandar hingga Nasaruddin Umar

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Muktamar ke-35 NU pada Juli atau Agustus 2026.
Selasa, 24 Februari 2026 - 11:42 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Muktamar ke-35 NU pada Juli atau Agustus 2026.

Menurut survei Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara), sebanyak 14 tokoh masuk dalam daftar kandidat terkuat untuk menjadi ketua umum PBNU.

Peneliti Insantara, Wildan Efendy, mengatakan nama tersebut masuk sebagai kandidat terkuat berdasarkan tiga aspek.

“Yaitu tingkat popularitas, rekam jejak jalur sumber kandidat, serta hasil wawancara mendalam dengan pengurus dan warga NU,” kata Wildan, Selasa (24/2/2026).

Lebih lanjut, dia juga menyoroti bahwa transisi kepemimpinan PBNU kali ini membawa tanggung jawab besar bagi perbaikan tata kelola jam’iyyah.

Dia menyebut desakan dari PWNU, PCNU, dan aspirasi warga NU menjadi salah satu indikator kuat bahwa ingin adanya kepemimpinan baru di PBNU.

“Kita mesti menjaga kesadaran ini sampai Muktamar ke-35 berlangsung, agar tercipta kepemimpinan baru PBNU yang lebih baik, berintegritas, dan sesuai dengan zaman di abad kedua NU,” kata Wildan.

Adapun dalam survei tersebut, Insantara menemukan bahwa 90 persen elemen NU ingin sistem Ahwa diterapkan penuh bagi Syuriyah (Rais Aam) dan Tanfidziyah (Ketua Umum) di Muktamar mendatang.

Berdasarkan survei Insantara, peta sebaran 14 kandidat potensial tersebut di antaranya:

- Klaster PBNU: Prof. KH Nuh DEA, KH Yahya Cholil Staquf, KH Syaifullah Yusuf, dan KH Zulfa Mustofa.

- Klaster PWNU: KH Abd Ghaffar Rozin, KH Abd Hakim Mahfudz, dan KH Juhadi Muhammad.

- Klaster Tokoh NU & Pesantren: KH Imam Jazuli, KH Abdussalam Shohib, KH Yusuf Chudlori, dan KH Marzuqi Mustamar.

- Klaster Politik & Pemerintahan: Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, dan Prof. KH Nasaruddin Umar. (saa/nsi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:30
02:18
02:01
01:20
05:27
04:09

Viral