- tvOnenews - Rika Pangesti
Indonesia Jadi Tuan Rumah ABAC 2026, Kadin Sebut Cina Percaya RI Jadi Penyeimbang Global
Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia resmi dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan pertama APEC Business Advisory Council (ABAC). Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyebut penunjukan tersebut merupakan permintaan khusus dari Cina karena Indonesia dinilai mampu menjadi negara penyeimbang di tengah rivalitas global.
“ABAC pertama ini permintaan khusus dari Cina mereka merasa nyaman dengan Indonesia untuk bisa menyeimbangkan dan bisa set the tone buat ke depannya,” ujar Anindya Bakrie dalam konferensi pers, Senin (2/2/2026).
Anindya menjelaskan, ABAC 2026 akan digelar dalam empat rangkaian pertemuan, dengan puncak acara berlangsung di Shenzhen, Cina.
Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah ABAC pertama disebut strategis karena forum tersebut berfungsi sebagai agenda setting dunia usaha kawasan Asia Pasifik.
Ia menegaskan, kepercayaan tersebut tidak datang begitu saja.
Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara non-blok yang aktif membuatnya diterima oleh kekuatan Barat maupun Timur.
“Kita akan melihat peran Indonesia sebagai negara yang penyeimbang, non-aligned, tapi juga aktif,” katanya.
Anindya menyebut, forum ABAC menjadi krusial bagi kepentingan ekonomi nasional karena mayoritas mitra dagang Indonesia berasal dari kawasan APEC.
“9 dari 10-nya ada di APEC, mencapai 70% dari total ekspor kita,” ungkapnya.
Selain itu, kawasan Asia Pasifik memiliki potensi pasar yang sangat besar dengan jumlah penduduk mencapai tiga miliar jiwa atau sekitar 40 persen populasi dunia, serta menyumbang 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global.
Menurut Anindya, Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah secara simbolik, tetapi juga akan memanfaatkan ABAC sebagai ajang promosi konkret bagi perdagangan dan investasi nasional.
“Kita terima dengan baik kehormatan ini, tapi kita juga mau ‘jualan’. Jualan untuk perdagangan, investasi,” tegasnya.
Ia menyebut, agenda yang akan diangkat Indonesia dalam ABAC antara lain inklusi keuangan, integrasi ekonomi kawasan, dan keberlanjutan.
Anindya juga mengajak pemerintah untuk hadir dan memanfaatkan momentum ABAC, mengingat perwakilan dunia usaha di forum APEC merupakan pengusaha yang ditunjuk langsung oleh kepala negara.
“Di APEC ini 21 ekonomi diwakilkan tiga pengusaha yang merupakan political appointee… sehingga mereka itu bisa menjadi duta untuk mengedepankan relasi perdagangan dan investasi,” ujarnya.