news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Sumber :
  • Istimewa

BI Tegaskan Rupiah Perlahan Stabil dan Inflasi Rendah

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan ruang penurunan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate masih terbuka lebar seiring inflasi yang tetap terjaga dan nilai tukar rupiah yang mulai menunjukkan penguatan.
Jumat, 30 Januari 2026 - 00:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan ruang penurunan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate masih terbuka lebar seiring inflasi yang tetap terjaga dan nilai tukar rupiah yang mulai menunjukkan penguatan.

Kondisi tersebut dinilai memberi ruang bagi bank sentral untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Perry menyebut BI telah memangkas suku bunga acuan sebanyak enam kali sejak September 2024. Meski demikian, pelonggaran kebijakan moneter belum berhenti.

“Setelah enam kali kita turunkan sejak September 2024, kami masih punya ruang untuk menurunkan suku bunga dengan inflasi yang rendah dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry saat Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025, dikutip melalui YouTube BI, Kamis (29/1/2026).

Dari sisi stabilitas nilai tukar, Perry menilai tekanan terhadap rupiah mulai mereda. Pada perdagangan Rabu pagi, rupiah tercatat menguat 40 poin atau 0,24 persen ke level Rp16.728 per Dolar AS menjauhi level psikologis Rp17.000 per Dolar AS.

Selain kebijakan suku bunga, BI juga memastikan ekspansi likuiditas moneter akan terus dilanjutkan guna menopang penyaluran kredit perbankan ke sektor riil.

“Kami pastikan kawan-kawan perbankan, likuiditas akan lebih cukup supaya Anda semua bisa menyalurkan kredit demi sektor riil, dan terutama juga ketahanan eksternal melalui kecukupan cadangan devisa,” kata Perry.

Ia mengungkapkan, posisi cadangan devisa Indonesia saat ini mencapai US$156,5 miliar. Angka tersebut dinilai lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan ketahanan eksternal, serta dipastikan akan terus ditingkatkan.

“Jadi kebijakan moneter tagline-nya adalah pro-stability and pro-growth. Stability, nilai tukar. Kami akan jaga stabil dan menguat dan pro-growth melalui kebijakan suku bunga rendah, ekspansi liguritas, dan juga kecukupan cadangan devisa,” tegasnya.

Bank Indonesia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9–5,7 persen dengan titik tengah 5,3 persen, ditopang inflasi yang tetap terkendali di kisaran 2,5 persen.(agr/raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:01
01:28
05:06
02:41
02:06
02:28

Viral