- Freepik-peoplecreations
Lansia Bunuh Lansia Pensiunan Guru di Palembang, Pelaku Mau Gandakan Uang ke Dukun Pakai Uang Hasil Penjualan Mobil Korban
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus lansia bunuh lansia pensiunan guru di Palembang, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap. Adapun pelaku merupakan YG (61) dan korbannya, yakni Christina (80).
Hal ini bermula saat YG menghubungi korban via WhatsApp. YG minta diantar ke tempat temannya di Sukabangun, namun diantarnya menggunakan mobil korban.
Sebelum sampai di lokasi tujuan, YG minta korban menghentikan kendaraannya.
YG yang duduk di kursi belakang Christina langsung mengeluarkan tali saat kendaraan berhenti.
Setelah itu, pelaku menjerat lehernya hingga korban kesulitan bernafas dan akhirnya meninggal dunia.
Setelah korban meninggal dunia, YG mengambil alih mobil korban dan membawanya ke Jalan Tanjung Api-api.
Jasad korban pun dibuang ke area pinggir kebun sawit. Di sana pelaku membakar tubuh korban menggunakan bensin dan korek api sebelum meninggalkan jasadnya.
Setelah melakukan aksinya, YG kembali datang ke rumah korban untuk mengambil HP hingga BPKB korban.
Setelah itu, YG mengajak adiknya, yakni SW untuk membantu menjual mobil korban. SW disebut-sebut menerima uang Rp400 ribu setelah membantunya.
"Pada malam harinya mobil korban dijual kepada seseorang saksi bernama Apriyadi seharga Rp 53 juta diberikan bertahap," ujar Dirreskrimum Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Johannes Bangun, Rabu (28/1/2026).
Johannes mengatakan YG membunuh Christina karena kebutuhan ekonomi.
Di sisi lain, YG juga diduga menjadi korban penipuan oleh sosok JI yang mengaku-ngaku bisa menggandakan uang. Pasalnya, YG memberikan uang Rp4,2 juta kepada JI.
"Hubungannya dengan pelaku JI adalah YG diduga menjadi korban penipuan karena JI mengaku bisa menggandakan uang. Jadi uang hasil penjualan HP dan payung korban diberikan ke JI," terangnya.
YG pun akhirnya berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setelah mencoba kabur.
"Setelah pelaku melarikan diri, dilakukan penyelidikan lanjutan hingga diketahui pelaku kabur ke wilayah hukum Polres Tulungagung," katanya.
Selain YG, dua tersangka lainnya, yakni JI dan SW ditangkap di tempat berbeda di Palembang. (nsi)