news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mesin pompa air di Polder Kalimati, Kota Bekasi, Jawa Barat, terbakar hingga meledak, Kamis (29/1)..
Sumber :
  • Instagram mastriadhianto

Pompa Air Polder di Bekasi Terbakar Hingga Meledak Saat Banjir, Walikota Ungkap Faktanya

Sebuah mesin pompa air di Polder Kalimati, Kota Bekasi, Jawa Barat, terbakar hingga meledak, saat terjadi banjir, pada Kamis (29/1).
Kamis, 29 Januari 2026 - 15:47 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah mesin pompa air di Polder Kalimati, Kota Bekasi, Jawa Barat, terbakar hingga meledak, saat terjadi banjir, pada Kamis (29/1).

Insiden ini juga diunggah dalam akun media sosial Instagram @mastriadhianto, dengan keterangan “Ditengah Pemantauan Bendung, salah satu pompa tiba-tiba terbakar, tim langsung segera memadamkan dan mengendalikan situasi. Semoga mesin bisa kembali bekerja secara normal untuk mengatur debit air kembali”.

Terlihat pompa air tersebut dipenuhi oleh api dan kepulan asap berwarna hitam. Kemudian, muncul seorang pria yang membawa APAR dan berupaya memadamkan api.

Menanggapi peristiwa ini, Walikota Bekasi, Tri Adhianto menerangkan, pompa dinyalakan sejak pukul 02.00 WIB, diduga pompa tidak mampu menanggung beban air, sehingga terjadi ledakan.

"Mulai jam 12 (malam) memang terjadi hujan, sampai tadi jam 09.00 WIB pagi. Ini memang membuat terutama yang lokal kita nggak mampu menanggung beban air yang ada. Makannya pompa ini baru kita nyalakan tadi pagi dari jam 02.00 WIB pagi, kemudian tadi kejadian kurang lebih jam 10.00 WIB. Kemudian meledak, dan hari ini tidak bisa digunakan yang satu," kata Tri, kepada wartawan. 

Kemudian, Tri mengungkapkan saat ini pihaknya bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), telah menyiagakan pompa portabel. Pasalnya, dengan meledaknya pompa air Polder Kalimati ini bisa berdampak ke wilayah lain. 

"Karena dampaknya kalau ini tidak kita bantu, itu cukup luar biasa. Karena DAS-nya (daerah aliran sungai) DAS Rawalumbu, yang mulai dari Rawalumbu, jembatan 1 sampai jembatan 9 itu pasti akan naik. Belum lagi nanti di Bumi Bekasi baru. Tadi aja baru selesai, mereka jam 10, kemudian baru kering," ungkap Tri. 

Selain itu, Tri mengatakan, para warga yang rumahnya terkena banjir juga telah mengungsi. Pihaknya bersama stakeholder juga berupaya menanggulangi banjir.

“Kita berharap betul, makanya rekayasa cuaca ini memang sangat penting, terutama buat kita yang memiliki dataran rendah. Saya kira kalau untuk kecamatan ya memang untuk lokalnya, memang antara 7 sampai 9 kecamatan yang kemudian berpengaruh untuk hujan lokal,” tuturnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:01
01:28
05:06
02:41
02:06
02:28

Viral