- Istimewa
PDI Perjuangan Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana Tapanuli Tengah di Pengungsian
Tapteng, tvOnenews.com - Panitia Natal Nasional PDI Perjuangan (PDIP) menggelar bakti sosial di sejumlah titik terdampak bencana di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pada 22-24 Februari 2026.
PDIP memilih menggelar perayaan Natal bersama para korban bencana dengan mengusung tema "Gotong Royong Dalam Kasih Allah”.
Seluruh panitia Natal Nasional PDI Perjuangan menyusuri posko-posko pengungsian korban bencana di Tapteng, seperti di Kecamat Tukka Desa Hutanabolon, Kecamatan Badiri, Sibolga, dan sejumlah lokasi lainnya yang terdampak bencana.
Marinus Gea selaku ketua panitia Natal Nasional PDI Perjuangan menyatakan bahwa perayaan Natal bersama pengungsi di Tapanuli Tengah memberikan makna Natal yang berbeda, tidak hanya sebatas pada liturgi semata tetapi lebih menerapkan cinta kasih Allah yang sesungguhnya.
- Istimewa
"Ini membuktikan kepedulian dan kehadiran PDI Perjuangan di tengah-tengah masyarakat, bahwa PDI Perjuangan mengusung prinsip menangis dan tertawa bersama rakyat. Kami dari panitia Natal Nasional PDIP berbagi kasih bersama rakyat,” kata Marianus Gea, disela-sela perayaan Natal Nasional PDI Perjuangan, di Tapteng, Jumat (22/1/2026).
Marianus Gea menuturkan, perayaan Natal Nasional PDI Perjuangan bersama masyarakat terdampak bencana alam di Tapteng, tepatnya di Gereja HKBP Hutanabolon, Kecamatan Tukka, merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Lokasi ini dipilih secara khusus karena merupakan daerah yang terdampak bencana alam.
“Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri menginstruksikan agar Natal Nasional dilaksanakan bersama saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kita ingin hadir, merasakan apa yang mereka rasakan, dan berbagi pengharapan dan sukacita,” tutur Marianus.
Ia menjelaskan, perayaan Natal Nasional ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi iman dan aksi nyata.
Kehadiran PDI Perjuangan di tengah masyarakat mencerminkan makna kelahiran Yesus Kristus yang hadir dalam kesederhanaan dan pengorbanan demi keselamatan umat manusia.
“Sebagaimana hakikat Natal, Tuhan Yesus hadir membawa keselamatan melalui pengorbanan. Demikian pula kita sebagai anak bangsa, bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” terang Marianus.