- Antara
Gubernur Jabar KDM Bela Warga Bekasi, Ultimatum Developer Perumahan yang Janji Manis Promo Anti Banjir
Pemprov Jawa Barat Tindak Tegas Developer Perumahan yang Cuek Masalah Banjir
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Lebih lanjut, pria berusia 54 tahun ini mengultimatum para developer perumahan yang tetap cuek dan menghilang. Jika tidak ada solusi, Pemprov Jawa Barat akan melakukan penindakan tegas.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bersikap tegas pada seluruh pengembang yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap proyek-proyek yang dibangunnya," katanya.
"Yang kemudian mendapat pasar relatif baik dengan janji kawasannya nyaman, kawasan bebas banjir, dan sejenisnya. Tapi faktanya, tidak memberikan sesuai dengan kenyataannya," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Dedi kembali membahas rencana penghentian pembangunan perumahan. Terutama developer yang ingin mengembangkan di Jawa Barat.
Kondisi daerah di Jawa Barat, sedang tidak bersahabat untuk pembangunan perumahan. Ia pun enggan mengizinkan karena pemerintah sedang fokus alih fungsi lahan di Jawa Barat.
"Itulah cara menyelesaikan seluruh problem carut-marut tata ruang pembangunan di Jawa Barat," ucapnya.
Selain itu, kata dia, Pemprov Jawa Barat sedang menormalisasi dan pelebaran sungai. Bahkan pemerintah juga bakal membongkar bangunan berada di bantaran sungai.
"Sedang berproses dan selanjutnya para bupati dan wali kota melakukan tindakan yang sama dengan mengubah tata ruang. Dengan tidak lagi membuka area-area yang peruntukkan kawasan perkebunan, kawasan hutan, kawasan persawahan, kawasan rawa, bantaran sungai dijadikan area permukiman warga," paparnya.
Lanjut Dedi, untuk mengatasi banjir ke depannya, Gubernur Jabar itu memberikan usulan kepada para warga berada di daerah padat penduduk, antara lain Bekasi, Bandung Raya, Bogor, hingga Depok.
Ia menyarankan pembangunan perumahan vertikal lebih digencarkan ketimbang rumah tapak. Ia melihat bangunan apartemen dinilai lebih tepat, aman, dan nyaman untuk terhindar dari masalah banjir di Jawa Barat.
"Itu satu-satunya jalan untuk membebaskan masyarakat dari hantu banjir yang datang dalam setiap waktu," tukasnya.
(hap)