- Istimewa
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Pemetaan Talenta Seni Sejak Dini
“Setiap sekolah menunjukkan keunggulan yang berbeda, sehingga pembinaan tidak bisa diseragamkan dan harus berbasis data,” kata Dwitya.
Ia menambahkan, mayoritas siswa memiliki gaya belajar kinestetik dan auditori, sehingga pembinaan seni dinilai perlu lebih menekankan praktik dan simulasi.
Dalam kesempatan yang sama, Fadli Zon juga menyoroti pentingnya pengakuan terhadap kompetensi non-akademik dalam ekosistem kebudayaan. Menurutnya, keahlian banyak maestro dan pelaku budaya terbentuk melalui pengalaman panjang, bukan semata jalur pendidikan formal.
Kementerian Kebudayaan menyatakan akan terus membangun sistem manajemen talenta kebudayaan berbasis data yang berorientasi pada potensi.
Nantinya, hasil pemetaan Talent DNA diharapkan menjadi dasar perumusan kebijakan dan program pembinaan seni yang lebih tepat sasaran, baik di tingkat pusat maupun daerah.