- Ist
Pulihkan Luka Batin Pascabencana, Penyuluh Agama Islam Lakukan Trauma Healing di Bireuen
Jakarta, tvOnenews.com - Suara tawa anak-anak mulai terdengar di salah satu sudut Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh/ Di antara bangunan yang masih menyimpan bekas bencana, mereka duduk melingkar sambil memegang krayon warna-warni dan menuangkan imajinasi melalui gambar.
Aktivitas sederhana itu menjadi ruang jeda dari rasa cemas yang sebelumnya membayangi keseharian mereka. Di lokasi tersebut, kehadiran Penyuluh Agama Islam bersama para guru madrasah tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi penyintas.
Pada Kamis (8/1/2025), lima Penyuluh Agama Islam dan lima guru madrasah memberikan pendampingan psikososial kepada warga terdampak, dengan melibatkan 80 anak dan 16 ibu rumah tangga.
Sejumlah kegiatan trauma healing dilaksanakan untuk membantu pemulihan mental. Anak-anak diajak bermain, bernyanyi, dan menggambar sebagai sarana menenangkan emosi serta membangun kembali kepercayaan diri.
Sementara itu, para ibu rumah tangga mengikuti sesi diskusi kelompok untuk berbagi pengalaman dan mengungkapkan kegelisahan yang mereka rasakan pascabencana.
Salah satu Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bireuen, Mulyadi, menjelaskan bahwa pendampingan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak penyintas, khususnya terkait kesehatan mental.
“Kami memberikan Psychological First Aid, dukungan psikologis awal agar penyintas merasa tenang, aman, dan tidak sendirian menghadapi situasi ini,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Selain pemberian PFA, tim juga melaksanakan Respons Awal Kesehatan Mental dan Psikososial. Para relawan dibekali kemampuan melakukan penilaian cepat terhadap kondisi mental penyintas agar intervensi yang diberikan lebih tepat sasaran.
“Kami juga mengedukasi tentang kesehatan mental, mulai dari mengenali gejala hingga pertolongan pertama pada gangguan mental,” tambah Mulyadi.
Bagi para ibu rumah tangga, pendampingan menjadi ruang untuk memperkuat ketahanan keluarga. Melalui pendekatan Keluarga Sakinah Maslahah, peserta diajak membangun kembali komunikasi keluarga dan saling menguatkan dalam menghadapi situasi krisis.
Materi coping strategy dan manajemen stres disampaikan dengan metode ringan, seperti permainan motivasi, role play, latihan relaksasi, dan mindfulness.
“Kami ingin ibu-ibu pulang dengan bekal, bukan hanya pengetahuan, tetapi juga keyakinan bahwa keluarga mereka mampu bangkit,” kata Mulyadi.