- YouTube/Gereja Katedral Jakarta
Kardinal Suharyo Sedih Rakyat Kecil Jadi Korban Bencana karena Elite Perusak Hutan
Jakarta, tvOnenews.com - Uskup Keuskupan Agung Jakarta Kardinal, Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, dalam khutbahnya menegaskan bahwa kerusakan hutan dan krisis lingkungan tidak bisa dilepaskan dari ulah manusia, khususnya kelompok yang memiliki kekuasaan dan sumber daya.
Dampak terberat dari kerusakan alam tersebut, menurutnya, justru ditanggung oleh masyarakat kecil yang tidak memiliki daya untuk melawan.
“Kalau di suatu negara yang kuat, yang kaya merusak hutan, korbannya siapa? Korbannya saudara-saudara kita yang tidak mempunyai kuasa apapun untuk mencegah itu,” ujar Kardinal Suharyo, pada Misa Pontifikal Natal di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (25/12/2025).
Ia menekankan bahwa krisis lingkungan bukan hanya persoalan Indonesia, melainkan fenomena global yang dipicu oleh gaya hidup berlebihan dan eksploitasi sumber daya alam tanpa batas. Suharyo mencontohkan pengalamannya berdiskusi dengan kerabatnya di Jerman mengenai pemborosan energi.
“Menurut dia, energi untuk seluruh warga negara Jerman dihitung dengan jumlah tertentu itu mestinya habisnya bulan Desember. Kalau demikian energi yang disiapkan itu sesuai dengan penggunaannya. Tetapi pada waktu saya berdiskusi dengan dia, dia mengatakan ini bulan Mei, jatah energinya Jerman sudah habis,” tuturnya.
“Karena apa? Karena hidup yang melebihi kewajaran, menggunakan energi yang lebih daripada yang seharusnya,” imbuh Suharyo.
Dalam refleksi Natal tersebut, Kardinal Suharyo juga menyoroti perubahan ekosistem akibat penebangan hutan dan alih fungsi lahan, termasuk untuk pertambangan. Ia mengingatkan bahwa kerusakan alam memiliki konsekuensi jangka panjang bagi kehidupan manusia.
“Kalau hutan ditebang dan diganti dengan apapun lah, tambang kah apa. Itu kan artinya ekosistem dunia ini berubah,” kritiknya.
Ia menegaskan bahwa bumi merupakan ruang hidup bersama yang harus dijaga secara kolektif. Ketika eksploitasi dilakukan tanpa tanggung jawab, dampaknya akan melintasi batas negara dan memperlebar ketimpangan global.
“Dunia ini adalah tempat kita hidup bersama-sama. Nah, yang kaya merusak hutan, korbannya adalah negara-negara yang miskin,” pungkas Kardinal Suharyo.
Pada momen Natal ini, Suharyo berharap para pemimpin negara di seluruh dunia dapat bekerja sungguh-sungguh demi kesejahteraan bersama, dengan menempatkan kelestarian lingkungan sebagai fondasi keadilan sosial dan kemanusiaan. (agr/iwh)