- Antara
BGN Perketat SOP Pengantaran MBG Pascainsiden Cilincing, Mobil Mitra Tak Perlu Masuk ke Halaman Sekolah
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat standar operasional prosedur (SOP) pengantaran Makan Bergizi Gratis (MBG) pascainsiden mobil mitra SPPG menabrak siswa dan guru di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara pada Kamis (11/12/2025) lalu.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan salah satu SOP-nya, yakni mobil mitra SPPG hanya di luar pagar.
Dengan kata lain, mobil mitra SPPG tidak perlu masuk ke halaman sekolah.
"Usahakan tidak masuk membawa makanan ke halaman. Cukup diantar di depan pagar. Kenapa? Karena meskipun tidak ada upacara, anak-anak itu sering lari-lari di halaman," terangnya dikutip Senin (15/12/2025).
SOP lainnya, kata dia, yakni sopir mobil operasional SPPG harus seseorang yang memang berprofesi sebagai sopir, bukan sopir cabutan apalagi sopir yang baru belajar mengendarai mobil.
"Harus punya SIM, tidak sekadar SIM A, karena SIM A sudah kayak SIM C asal dapat. Kenapa tidak asal SIM A? Supaya dia menguasai pemakaian mobil matic atau manual. Dia harus berprofesi sopir," tegasnya.
Nanik juga mengatakan sopir tersebut harus mengenal medan dan memahami jalur lalu lintas pengantaran.
“Sopir operasional SPPG juga harus berkepribadian baik, tidak pernah terlibat dalam kasus narkoba serta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani,” sambungnya.
Tidak hanya itu, kepala SPPG maupun mitra dan yayasan bertanggung jawab dalam perekrutan sopir operasional SPPG. Penggantian sopir harus sepengetahuan Kepala SPPG.
Dia menegaskan SOP tentang sopir operasional SPPG ini harus dipatuhi.
Nanik menegaskan kembali apabila tidak dipatuhi dan terjadi insiden yang berakibat fatal tak hanya sopir yang harus bertanggung jawab, tapi juga operasional dan kepala SPPG bisa dihentikan.
Selain itu, Nanik menyebut kepala SPPG juga harus mengatur jam kerja agar bisa mengawasi distribusi MBG. (ant/nsi)