- Istimewa
LMND Resmi Dilantik, Dorong Adaptasi dan Tata Kelola Teknologi di Sistem Pendidikan
Jakarta, tvOnenews.com - Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) resmi melantik Pengurus Eksekutif Nasional (EN) periode 2025–2027 dalam rangkaian kegiatan yang digelar pada Sabtu, 6 Januari 2025 di Balai Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Momentum ini menjadi titik konsolidasi penting bagi LMND dalam memperkuat arah gerakan mahasiswa dan memperluas kerja-kerja advokasi kerakyatan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dirsosbud Baintelkam Polri, Brigjen Pol Yohanes Agus Rijanto, yang hadir mewakili Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sekaligus menggantikan Kapolri.
Dalam sambutannya, Brigjen Yohanes menyampaikan apresiasi atas kontribusi LMND dalam menjaga dinamika demokrasi serta memperkuat ruang dialog publik di kalangan mahasiswa.
Acara pelantikan turut dihadiri oleh organisasi-organisasi dalam rumpun Cipayung Plus, yakni GMNI, GMKI, dan PMKRI, serta kelompok masyarakat dan Persaudaraan LMND dari berbagai daerah. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan sekaligus mempertegas komitmen kolaborasi gerakan di tingkat nasional.
Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua Umum LMND, Claudion Kanigia Sare, bersama Sekretaris Jenderal LMND, Taufiq Hidayat.
Dalam sambutannya, Claudion menegaskan bahwa kepengurusan baru akan menjalankan amanah kongres dengan arah gerakan yang lebih terukur dan berbasis penelitian.
"Penting memperkuat pembangunan gerakan berbasis riset dan data, penguatan pendidikan dan teknologi, serta kontribusi aktif LMND dalam proses penyusunan kebijakan nasional di sektor pendidikan," kata Claudion, kepada wartawan, Sabtu (6/12).
Claudion menambahkan, "Pelantikan ini bukan hanya seremoni, tetapi penegasan arah baru LMND untuk membangun gerakan yang lebih terukur, berbasis riset, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Setiap keputusan dan langkah advokasi kita harus lahir dari data, penelitian, dan pembacaan mendalam atas realitas sosial yang dihadapi mahasiswa dan rakyat."
Ia juga menyinggung soal kondisi pendidikan di Indonesia saat ini.
"Pendidikan harus segera berbenah agar tidak gagap terhadap era disrupsi teknologi. Peserta didik tidak boleh sekadar jadi konsumen dan tidak mampu berpikir secara kritis. Jadi bagaimana penerapan teknologi justru bisa menjawab masalah-masalah pendidikan, alih-alih menghasilkan masalah baru? Hal ini hanya bisa dicapai jika seluruh pihak berkolaborasi untuk mewujudkan tata kelola yang baik dalam sistem pendidikan," jelasnya.