- Kolase tvOnenews.com/Aldi Herlanda & Tim tvOne
2 Tas Dibawa Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Terekam CCTV, Eks Kabareskrim Polri Beri Reaksi Tak Terduga
Jakarta, tvOnenews.com - Eks Kabareskrim Polri Periode 2009-2011 Ito Sumardi menanggapi soal rekaman CCTV memperlihatkan terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta membawa dua tas.
Dalam rekaman tersebut, terduga pelaku yang merupakan siswa SMAN 72 Jakarta terekam kamera CCTV tengah membawa dua tas saat berangkat sekolah, Jumat (7/11/2025).
Ito Sumardi enggan berspekulasi lebih jauh terkait dua tas yang dibawa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta.
Ito hanya mengikuti proses penyidikan oleh polisi mengenai penggalian motif terduga pelaku meledakkan bom rakitan di masjid SMAN 72 Jakarta.
"Yang pertama tentunya motif sekarang masih didalami ya," ujar Ito Sumardi di program Kabar Petang tvOne di Jakarta dikutip, Senin (10/11/2025).
- tvOneNews
Ito baru bisa berkomentar apabila tim gabungan dari pihak Kepolisian telah menemukan motif siswa yang diduga sebagai pelaku meledakkan bom di SMAN 72 Jakarta Utara.
Ito menambahkan, dirinya akan mengulik seputar ledakan di SMAN 72 Jakarta jika rekam jejak terduga pelaku ditemukan oleh polisi.
"Karena bagaimanapun juga motif akan terkait daripada apa yang dilakukan oleh bersangkutan terduga pelaku ini, tentunya harus didalami mengenai rekam jejak daripada psikologi yang bersangkutan," jelasnya.
Pihak Kepolisian hingga saat ini masih melakukan investigasi ke berbagai pihak, seperti melakukan pendalaman di lingkungan keluarga, sekolah hingga pihak lainnya.
Ito juga telah mendengar dari beberapa keterangan siswa SMAN 72 Jakarta mengenai kepribadian terduga pelaku disebut sebagai korban bullying.
- tvOneNews
Korban aksi perundungan di sekolah inilah masih diduga kuat menjadi motif terduga pelaku meledakan bom di tengah masjid SMAN 72 Jakarta.
Terkait terduga pelaku menjadi korban perundungan, Ito tak bisa membantah lebih jauh karena sering kali di lingkungan sekolah ditemukan siswa melakukan aksi bullying.
Namun begitu, Ito juga harus mengakui sejumlah sekolah telah melakukan antisipasi agar tidak terjadi adanya aksi bullying terhadap sesama siswa.
"Untuk beberapa sekolah memang mempunyai sistem keamanan yang baik, tetapi di lingkungan TNI tentunya mungkin hal tersebut tidak menutup kemungkinan kejadian tersebut," tukasnya.
Sementara, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo melaporkan terduga pelaku masih berstatus sebagai siswa di SMAN 72 Jakarta.
"Informasi sementara (terduga pelaku) masih dari lingkungan sekolah tersebut," ujar Jenderal Listyo kepada awak media.
Terduga pelaku yang diduga tergeletak di sebelah senjata laras panjang mainan sempat dibawa ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.
Jenderal Listyo menyampaikan kondisi terkini pelajar terduga pelaku ledakan pasca menjalankan operasi mulai membaik.
Setelah itu, terduga pelaku kini dipindahkan ke RS Polri untuk memudahkan proses penyidikan motif kasus ledakan besar di sekolah.
"Kita kumpulkan juga terkait dengan bagian dari upaya kita mengungkap motif. Artinya, informasi-informasi yang terkait bisa mendukung proses kita untuk mendapatkan gambaran motif, tentunya kita kumpulkan," tutur Jenderal Listyo.
Jenderal Listyo menyampaikan bahwa, untuk sementara ini polisi baru mendapatkan jumlah terduga pelaku hanya satu orang.
"Tidak berhenti sampai di situ, kita akan melakukan penyisiran apakah ada pihak-pihak lain. Saat ini tim sedang bekerja," tukasnya.
(hap)