- YouTube/Sekretariat Presiden
Danantara Pastikan WNA Boleh Pimpin BUMN: Presiden Prabowo Ingin Pemimpin Skala Internasional
Jakarta, tvOnenews.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menegaskan bahwa kebijakan yang memungkinkan warga negara asing (WNA) memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk membawa perusahaan pelat merah menjadi pemain global.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan dasar hukum kebijakan tersebut sudah tercantum dalam revisi Undang-Undang BUMN yang baru.
“Jadi tadi soal itu memang salah satunya sudah ada revisi Undang-Undang BUMN yang baru. Kita tadi keinginan Bapak (Prabowo Subianto) adalah memang kita ingin ada pemimpin yang ada di BUMN-BUMN itu yang memang berskala internasional,” ujar Pandu saat ditemui di St. Regis, Jakarta Selatan, dikutip Kamis (16/10/2025).
Menurut Pandu, langkah ini merupakan upaya strategis pemerintah agar BUMN mampu bersaing di level internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sumber daya manusia dengan standar global.
“Karena keinginannya adalah membawa BUMN-BUMN kita juga menjadi global champion untuk sebagian-sebagian besarnya. Jadi ya, dengan itu memang memerlukan human capital yang baik,” jelasnya.
Namun, Pandu menegaskan bahwa prioritas utama tetap diberikan kepada talenta dalam negeri. Setelah itu, pemerintah akan mempertimbangkan diaspora sebelum membuka peluang bagi tenaga asing.
“Ya, kita bakal kasih masukannya. Tapi kita tetap cari fokus putra-putri Indonesia yang terbaik, diaspora, baru nantinya (dari luar negeri),” tegasnya.
Pandu memastikan Danantara akan berperan aktif dalam proses seleksi calon pimpinan BUMN agar sejalan dengan visi transformasi yang diusung pemerintah.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengubah regulasi untuk memperbolehkan ekspatriat memimpin BUMN.
“Dan saya sudah mengubah regulasinya. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia, bisa memimpin BUMN kita,” kata Prabowo saat berdiskusi dengan Chairman and Editor in Chief Forbes, Malcolm Stevenson Jr alias Steve Forbes, di Hotel St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10) malam.
Prabowo menegaskan, perubahan kebijakan tersebut merupakan bagian dari arah baru manajemen BUMN yang lebih terbuka terhadap talenta global, namun tetap menjunjung asas profesionalisme dan kompetensi.
“Kalian bisa cari otak-otak terbaik, talenta-talenta terbaik,” ujar Prabowo.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap BUMN tidak hanya menjadi motor ekonomi nasional, tetapi juga mampu bersaing sebagai korporasi kelas dunia yang membawa nama Indonesia di panggung internasional. (agr/nba)