- istimewa
Pestapora 2025 Terendus Disponsori Freeport, Putra Papua Apresiasi Sikap 29 Band Batalkan Manggungnya
Filep yang dikenal aktif melakukan advokasi hak masyarakat adat Papua itu lantas menekankan, kritik terbuka yang mengiringi gelaran pestapora ini dapat menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat luas.
Menurutnya, keberadaan perusahaan besar yang mengelola SDA Papua seperti Freeport, BP LNG Tangguh, Genting Oil harus dievaluasi dampaknya bagi masyarakat Papua, apalagi pemerintah berencana memperpanjang kontrak Freeport hingga 2061.
“Perlawanan masyarakat Papua atas perusahaan-perusahaan asing di tanah Papua ini harus didukung masyarakat luas dan didengar pemerintah. Kritik-kritik masalah kemiskinan, minimnya akses pendidikan dan kesehatan, minimnya keterlibatan tenaga kerja OAP, bahkan keterbatasan akses kehidupan yang layak harus ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret dan segera. Advokasi kami di DPD RI selama ini juga telah banyak disampaikan kepada Kejaksaan dan Kementerian terkait mendesak respons kinerja sebagaimana tuntutan masyarakat dan isu-isu nasional lain yang mengemuka hari ini,” beber Filep.
Sebelumnya diberitakan, dari pantauan tvOnenews.com, kabar Pestapora 2025 terendus disponsori PT. Freeport Indonesia pertama kali ramai diperbincangkan di media sosial sejak hari pertama penyelenggaraan, Jumat, (5/9/2025).
Bahkan, karena mencuatnya kabar tersebut, pihak Pestapora akhirnya mengumumkan pembatalan kerja sama.
“Perhari ini, Sabtu tanggal 6 September 2025, Pestapora telah memutus kerjasama dengan PT. Freeport Indonesia,” bunyi pernyataan resmi mereka di Instagram, dikutip tvOnenews.com, Sabtu (6/9/2025).
“Pestapora memastikan untuk penyelenggaraan di hari kedua, 6 September 2025, dan hari ketiga, 7 September 2025, kami sudah tidak terikat dan terafiliasi dengan PT. Freeport Indonesia,” lanjut pengumuman itu.
Semantara itu, Festival Director Pestapora 2025, Kiki Ucup, pun angkat bicara. Ia mengakui adanya kelalaian dan meminta maaf ke publik.
“Halo, saya Kiki Ucup, Festival Director Pestapora 2025. Izinkan saya mewakili Pestapora menanggapi situasi terkini terkait kerjasama Pestapora dengan PT Freeport Indonesia,” ujarnya dalam video yang diunggah di Instagram.
“Saya sekali lagi mewakili Pestapora, meminta maaf atas kelalaian kami dalam menempuh langkah untuk bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia. Kami menyadari betul kelalaian kami untuk bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa tidak ada dana dari Freeport yang masuk ke pihaknya.