- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
Pemerintah Tetapkan Hari Kebudayaan di Ultah Prabowo, PCO: Bukan Cocokologi, Tapi Berdasarkan Sejarah
“Sebenarnya tidak hanya satu tanggal ini, ada 6 atau 7 tanggal yang dijadikan alternatif sebagai Hari Kebudayaan. Tapi karena hari-hari itu sudah ada harinya, dan tanggal 17 Oktober ada momen sejarahnya, makanya dipilih karena merupakan puncak pengakuan keberagaman budaya kita yang bermacam-macam,” ujarnya.
Hasan juga menanggapi spekulasi yang mengaitkan tanggal 17 Oktober dengan ulang tahun Presiden Prabowo secara santai.
“Kita tidak menganut cocokologi. Kalau kebetulan, nggak apa-apa, ini kan soal kebetulan. Kebetulan-kebetulan itu banyak. 21 Juni Bung Karno wafat, 21 Juni Presiden ke-7 Indonesia lahir. Kalau cocokologi bisa panjang. Tapi kita tidak menganut cocokologi,” katanya.
Hasan menekankan bahwa masyarakat bebas memberi makna terhadap tanggal-tanggal tertentu, tapi penetapan resmi oleh negara tetap didasarkan pada pertimbangan objektif dan sejarah.
“Orang yang memperingati sebagai hari wafatnya presiden boleh. Orang yang memperingati sebagai hari lahirnya presiden juga boleh. Orang yang memperingati 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan, orang yang memperingati 17 Oktober sebagai hari lahirnya seseorang juga boleh. Jadi kita mulai belajar lah menghindar dari cocokologi,” tutup Hasan. (agr/iwh)