- istimewa
Buka Kegiatan FKUB, Wamenag Romo Syafi'i Berikan Pesan Monohok
Di sisi lain, sambungnya, perkembangan geopolitik global, khususnya konflik Iran–Israel, menjadi perhatian semua pihak.
"Kita perlu menegaskan bahwa konflik tersebut adalah konflik antarnegara yang didorong oleh kepentingan geopolitik, bukan konflik antar agama. Sebagaimana prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas-aktif, kita menolak keterlibatan militer, mendukung penyelesaian damai, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan sesuai amanat konstitusi. Namun demikian, kita melihat ada upaya pihak tertentu memprovokasi umat melalui narasi sektarian, ajakan berjihad tanpa konteks, serta hoaks yang berpotensi memecah belah umat," ujar Romo.
"Untuk itu, saya tegaskan: kerukunan antarumat beragama adalah tanggung jawab kolektif. Moderasi beragama menjadi strategi utama menjaga harmoni dan ketahanan sosial bangsa," tegasnya
Melalui forum ini, Romo berharap agar FKUB se-Sumatera Utara bersama para tokoh agama, ormas keagamaan, tokoh adat, dan tokoh pemuda dapat menginternalisasi narasi damai, menjelaskan kepada umat bahwa konflik luar tidak perlu dibawa ke dalam negeri dengan cara yang membahayakan persatuan bangsa, menjadi corong penangkal hoaks dan propaganda ekstremisme, menguatkan sinergi lintas iman dengan pendekatan kearifan lokal.
"Di samping itu, harus dibangun literasi digital di akar rumput, agar masyarakat tidak mudah terhasut narasi sektarian.
Sebagai penjabaran Asta Protas Kementerian Agama. Pada kesempatan ini saya tekankan kembali beberapa poin prioritas Penguatan Moderasi Beragama.
Revitalisasi peran FKUB di seluruh daerah.
Peningkatan kapasitas SDM keagamaan dalam komunikasi publik dan penanganan isu konflik," serunya.
Di samping itu, kata Romo, penyiapan materi seruan damai, infografis, khutbah lintas agama, dan materi sosialisasi di tingkat lokal. Semua langkah ini harus terintegrasi dengan baik, memanfaatkan forum-forum yang sudah ada, memberdayakan Kanwil Kemenag di daerah, serta didukung Forkopimda.
Di akhir sambutannya, Romo Syafi'i berharap semoga forum ini menghasilkan rumusan kebijakan yang aplikatif, rekomendasi strategis, dan praktik baik yang dapat direplikasi di daerah lain.
"Mari bersama-sama kita perkuat komitmen menjaga kerukunan umat beragama sebagai sumbangsih nyata bagi keutuhan NKRI," pungkasnya. (aag)