news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri perayaan Trisuci Waisak 2569 TB/2025 di Wihara Ekayana Arama, Indonesia Buddhist Center, Jakarta, Senin, (12/05/2025).
Sumber :
  • Taufik Hidayat/tvOnenews

Hadiri Perayaan Waisak Ratusan Umat di Wihara Ekayana Arama, Menag: Petanda Ada Kebangkitan Kesadaran Religi

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar hadiri perayaan Waisak di Jakarta Barat.
Senin, 12 Mei 2025 - 13:35 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak 2569 BE di Wihara Ekayana Arama, Jakarta Barat, pada Senin (12/5/2025).

Saat memberikan sambutan, Nasaruddin menyampaikan puji syukur karena dapat hadir dalam perayaan Waisak bersama ribuan umat yang merayakan.

“Marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat dan keagungannya, maka pada hari ini kita bisa hadir bersama dengan ribuan bahkan sepuluh ribu ini yang datang memadati tempat ini,” kata Nasaruddin, di Jakarta Barat, pada Senin (11/5/2025).

Kemudian Nasaruddin mengungkapkan bahwa dengan hadirnya ribuan umat ini, berarti menandakan adanya kebangkitan religi masyarakat Indonesia.

“Ini pertanda bahwa ada kebangkitan kesadaran religi sebangsa Indonesia,” jelas Nasaruddin.

Sementara itu Nasaruddin menerangkan sebagai Menteri Agama, dirinya masih memiliki sebuah tantangan. Adapun tantangan tersebut yakni bagaimana caranya seorang umat harus semakin menyatu dengan ajaran agamanya. 

“Bagi saya yang pribadi sebagai Menteri agama, target kami, tantangan kami bagaimana umat teragama itu semakin bersahabat dan semakin menyatu dengan ajaran agamanya,” jelasnya.

Terkait hal ini, Nasaruddin meminta kepada semua umat beragama untuk mengimbangi konsentrasi itu dengan kontemplasi.

“Kalau konsentrasi pikiran kita yang fokus pada satu tujuan yang biasanya itu juga duniawi tapi kalau kontemplasi, hati kita yang melakukan fokus. Nah, hemat saya negeri ini Indonesia ini kita tidak hanya membutuhkan konsentrasi tapi juga kita membutuhkan kontemplasi,” tegas Nasaruddin.

Menurutnya, penggabungan antara konsentrasi dan konsentrasi ini nantinya yang akan melahirkan manusia sempurna.

“Kalai konsentrasi kita memikirkan di luar diri kita bagaimana menaklukannya, menggapainya. Tapi kalau kita kontemplasi kita fokus pada diri kita bagaimana menjinakkan diri kita sendiri. Jadi kontemplasi harus berbanding lurus dengan konsentrasi, disinilah agama mudah sangat berkontribusi,” ucap Nasaruddin. (ars/iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral